Selasa, 9 Februari 2010
Home  |  Warta
Kamis, 13 Agustus 2009 | 15:16 WIB
Duh, 3.511 Unggas Mati Kena Virus Flu Burung
wordpress.com

Yogyakarta, Warta Kota

Sebanyak 3.511 unggas yang terdiri atas ayam, bebek, dan burung dara di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama Januari-Juli 2009 mati terkena virus flu burung (H5N1).

"Unggas yang mati itu tidak dipelihara di kandang dan dibiarkan bebas berkeliaran di permukiman," kata Pelaksana Tugas Kabid Peternakan Dinas Pertanian DIY, Eddy Sulistiyono, di Yogyakarta, Kamis (13/8).

Namun, katanya, sayang hingga sekarang masih banyak warga di provinsi ini yang memelihara unggas dibiarkan bebas berkeliaran di permukiman dan tidak dikandangkan.

Masyararakat harus intensif diberi pendampingan dan pengetahuan mengenai pencegahan penularan virus flu burung agar secara mandiri bisa mencegah merebaknya kasus flu burung, katanya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY, katanya, mulai memperketat pengawasan arus lalu-lintas ternak di wilayah perbatasan dengan menambah pos pengawasan dan mengintensifkan pengawasan selama 24 jamh.

"DIY memiliki dua pos pengendali lalu lintas ternak, yaitu pos di Kecamatan Tempel, Sleman dan pos pengawasan di Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo," katanya.

Ia mengatakan, saat ini ada penambahan pos di daerah Kalibawang dan Dendeles. Langkah ini untuk memperketat pengawasan kedatangan ternak dari luar provinsi agar pencegahan lebih efektif.

Langkah tersebut, katanya, berdasarkan pertimbangan adanya kasus kematian massal unggas di wilayah Kabupaten Sleman dan Bantul beberapa waktu lalu.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan camat, kades, dan petugs lapangan di DIY untuk aktif memberi penyuluhan agar kasus merebaknya flu burung di provinsi ini tidak terulang lagi," katanya.

Ia mengaku, peternak dan masyarakat hingga sekarang masih yang belum paham virus flu burung sehingga penyuluhan intensif perlu digencar.

Penyemprotan disinfektan di kawasan peternakan yang dianggap rawan penyebaran flu burung terus dilakukan untuk mematikan virus H5N1.

"Kami tahun ini mendapat bantuan disinfektan 1.500 liter dari pemerintah pusat melalui anggaran pencegahan flu burung. DIY secara rutin mendapat 225 liter disinfektan dari pembiayaan APBD dan APBN," katanya.

Ia mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan untuk mencegah penularan flu burung, baik melalui antarunggas maupun unggas dengan manusia. (Ant/apr)
 

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved