
Bekasi, Warta Kota
Seorang pasien yang diduga tertular virus H1N1 (flu babi), warga Kota Bekasi meninggal di RS Persahabatan Jakarta, pekan ini. Namun, aparat kesehatan setempat enggan merinci identitas korban serta alamat tempat tinggalnya.
"Pasiennya meninggal diduga akibat penyakit flu babi dan komplikasi dengan penyakit lain. Apakah meninggalnya positif kita belum dapat berita dari laboratorium Depkes," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dr Retni Yonti, di Bekasi, Jumat (17/7).
Ia mengaku tidak bisa menyebut identitas korban termasuk satu anak yang juga diduga ikut menjadi tersangka.
"Saya tak bisa sama sekali menyebutkannya, nanti terhadap masyarakat sekitarnya bagaimana, sehingga tak harus (disebutkan) seperti itu," katanya.
Pasien tersebut diketahui tersangka dari Puskesmas, kemudian diberi tamiflu dan dibawa ke RS Persahabatan sebagai rumah sakit rujukan.
Tidak disebutkan berapa lama si pasien dirawat hingga akhirnya meninggal dunia.
Begitu ditemukan kasus H1N1 pihaknya melakukan investigasi ke lapangan termasuk melihat kemungkinan adanya keluarga lain yang tertular. Aparat kesehatan telah mengantisipasi kalau ada orang terdekat korban yang diduga terkena penyakit tersebut dan diberi tami flu.
Virus penyakit flu babi tersebut, menurut dia, bisa menular hingga tujuh hari setelah diketahui ada tersangka.
Retni berharap kalau ada masyarakat yang memiliki gejala flu dan tenggorokan sakit untuk segera berobat, terlepas apakah itu hanya flu biasa setelah dilakukan penelitian laboratorium.
Ia menjelaskan penderita flu babi tidak selalu dirawat dan bila diperlukan rawat memang tindakan medis yang dilakukan adalah dengan merawatnya.
"Kalau ada warga yang terkena flu babi, ia sebaiknya mengisolasi diri sendiri dengan menggunakan masker, tidak bekerja dan beraktivitas serta berusaha agar tidak berinteraksi," katanya.
Hal itu juga dilakukan terhadap keluarga tersangka flu babi yang meninggal dengan tidak merawatnya namun diminta mengisolasi diri sendiri setelah diberi obat-obatan.
Pihaknya juga meminta warga Bekasi yang baru balik dari luar negeri untuk memperhatikan kesehatan diri. "Kalau ada orang yang pulang dari luar negeri kita akan lihat orang ini positif nggak. Nantinya dia kan banyak kontak dengan orang disekitarnya," katanya.
Bagi warga kota Bekasi yang terkena H1N1 akan dirujuk kedua rumah sakit yaitu RSPI Sulianto Suroso, dan RS Persahabatan bila dugaan terhadap yang bersangkutan cukup kuat.
Aparat Dinkes Kota Bekasi kini tengah memiliki 14.000 dosis tamiflu yang telah disebar ke Puskesmas-puskesmas di kota Bekasi dalam jumlah bervariasi.
Bagi Puskesmas yang memiliki banyak pasien, obat yang dipasok juga banyak sesuai dengan potensi penyakit tersebut berkembang dan warga yang akan berobat. (Ant/luc)