Jumat, 12 Maret 2010
Jadwal Liga Eropa: Atletico vs Sporting L, Hamburg SV vs Anderlecht, Lille vs Liverpool, Rubin K vs Wolfsburg, Benfica vs Marseille, Juventus vs Fulham, Panathinaikos vs Standard L, Valencia vs Werder              Jenazah Dulmatin akan dibawa ke Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (11/3) malam untuk dimakamkan Jumat (12/3) oleh keluarga              Kapolri memastikan bahwa salah satu orang yang ditembak mati polisi di Pamulang adalah Dulmatin.              Arsenal gemilang melibas FC Porto 5-0 dalam leg kedua Liga Champion, dan melaju ke babak perempat final.              
Home  |  Sudut Kota  |  My Kampoeng
Selasa, 14 April 2009 | 22:49 WIB
Bemo Benhil Tak Secantik Dulu
Warta Kota/irwan kintoko

Andi (68) mendadak mengumpat. Dia emosi sambil mengeluarkan kata-kata kasar setelah mendapati bemo yang ada di depannya mogok. Udara panas, penumpang sepi, jalanan macet, barangkali membuat Andi yang juga sopir bemo itu mudah terbakar emosi.

”Turun, turun... Maaf ya pindah bemo yang di belakangnya. Bensinnya habis,” kata Andi yang kemudian turun dari bemo warna kuning-biru itu.

Bemo Andi ngetem cukup lama di depan Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Akhirnya dia batal membawa tujuh penumpangnya. Sambil memendam rasa kecewanya, warga kampung Poris, Tangerang, itu segera beranjak mencari bensin untuk bemonya.

Begitu tangki bemo terisi setengah, Andi harus ngantre lagi di belakang puluhan bemo yang berjejer rapi di depan pasar. Siang itu antrean bemonya cukup panjang. Ketika gilirannya tiba, dua puluh menit kemudian, Andi siap mengambil penumpang lagi.

”Sehari-hari juga begini, sepi sewaan,” kata Andi yang menyebut penumpang dengan istilah sewaan itu.

Kakek delapan cucu dan ayah dari sepuluh anak itu mengaku mulai jadi sopir bemo tahun 1968. Di zaman keemasannya itulah Andi merasakan bemo yang dikendarainya jadi primadona warga. Setiap orang yang akan berpergian dari Bendungan Hilir ke Tanahabang akan terlayani oleh bemo.

Seorang sopir bemo lain yang juga sudah tua namun tak sempat ditanyakan namanya kepada Warta Kota mengaku era tahun 1980 hingga 1990-an bemonya laris dirubung penumpang.

”Zaman dulu masih ada Sogo jongkok di Tanahabang. Banyak penumpang yang kesana,” katanya.

Sogo jongkok tidak lain adalah sebutan untuk pedagang kaki lima yang berjualan di belakang Sogo, Plaza Indonesia. Di tempat itu pembelinya harus jongkok sambil menawar.

Kini rute Tanahabang tak lagi dilewati bemo. Ujung pangkalan bemo yang semula mengangkut penumpang dari Bendungan Hilir bisa di mana saja, tergantung lokasi turunnya penumpang terakhir.

”Biasanya ya di Pejompongan muternya, terus balik lagi ke Benhil,” ujar sopir bemo lain berlogat Banyumasan.

Ada shift setiap kali narik bemo yang beroperasi 24 jam itu. Andi mengatakan, bemo ramai penumpang hanya pada jam-jam sibuk berangkat dan pulang kantor, atau sekolah. ”Selebihnya sepi,” katanya.

Dalam sehari, rata-rata Andi membawa pulang uang Rp 150.000 hingga Rp 200.000-an. Uang itu masih dipotong uang makan, bensin dan setoran pada si pemilik bemo antara Rp 40.000 dan Rp 50.000 per hari.

Andi menjelaskan, sepinya penumpang di kawasan Benhil itu bukan karena bemo yang kini sudah punya banyak pesaing, seperti angkot Grogol-Benhil atau Roxy-Benhil, ojek yang ada di setiap gang, bajaj ataupun taksi. ”Sekarang banyak motor kreditan yang murah-murah. Itu yang membuat bemo sepi,” duga Andi.

Bemo mulai dipergunakan di Indonesia pada awal tahun 1962 bersamaan dengan Ganefo. Kehadiran bemo yang tidak lain adalah kendaraan produksi Jepang, Daihatsu Midget (kerdil), ini dikukuhkan Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta sejak 1 Desember 1971 sebagai pengganti becak. (Irwan Kintoko)

Share on Facebook
A A A
do godin
Senin, 19 Oktober 2009 | 06:29 WIB
klw pasaran bemo brp...???? klw da yg jual murah tdinya mo beli....
agoes awd
Senin, 4 Mei 2009 | 12:58 WIB
tulisan bgus. tapi, bahan ini masih bisa dikembangkan jadi laporan mendalam, lebih kompleks masalah yang bisa diteropong. khususnya ttg nasib bemo di jkt masa kini. bisa dibandingkan dgn bemo2 di salemba, misalnya. irwan kintoko...maju terus. salam
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved