Selasa, 7 Februari 2012
Bursa EUROPE :FTSE 100* 5892.20 turun -8.87 atau -0.15% |DAX 6764.83 turun -1.84 atau -0.03%              Bursa U.S :DJIA 12845.13 turun -17.10 atau -0.13% |Nasdaq 2901.99 turun -3.67 atau -0.13%              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Kuliner  |  Profil
Rabu, 5 Agustus 2009 | 12:16 WIB
Resto 30 Mempertahankan Usdek
Warta Kota/Dian Aditya Mutiara

TENGKLENG Solo mirip gulai yang berkuah keruh. Isinya beraneka daging terutama tulang iga, jeroan, kepala, dan buntut kambing.

Di Jakarta, makanan ala Solo itu juga ada. Uniknya, tengkleng itu diolah dengan cara dibakar. Bahannya dari iga sapi.

Porsi tengkleng bakar itu cenderung besar. Tiap porsi terdiri dari dua iga yang dililit daging yang empuk, tidak liat dan mudah dipotong. Rasanya gurih, ada nuansa manis dan aroma steak.

 

Salah satu penyedianya adalah Resto 30 atau Omah Solo yang terletak di Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan. Lokadinya tak jauh dari Rumah PAN atau Kantor DPP PAN, tak jauh dari perempatan Pejaten.

Menurut Sriwiyatno, Koordinator Resto 30, resto ini juga menyediakan tengkleng kuah. Meski warna kuahnya agak keruh, itu bukan karena memakai santan. Daging yang dipakai tetap iga, baik sapi maupun kambing.

Ada kebiasaan khas di Solo. Bila ada hajatan pernikahan maupun selamatan, mereka menyebutnya dengan istilah usdek. Ini singkatan dari urut-urutan penyajian hidangan untuk tamu, yakni dari unjukan (minuman), snack, sop, dahar (makan), es, dan kondur (pulang).

Sriwiyatno yang berasal dari Solo menuturkan, biasanya saat tamu disuguhi minuman dibarengi dengan berbagai makanan kecil (snack) dengan empat rasa, yakni manis, asin, pedas, dan gurih. Setelah itu dihidangkan sop atau soto. Baru kemudian sajian makan besar yang lengkap, terdiri dari nasi putih atau nasi pestan (nasi putih yang tidak terlalu banyak) ditambah sambal goreng krecek, daging beef steak, daging sapi cincang. Lalu sebagai penutup disuguhkan es campur, es dawet.

“Konsep seperti ini yang juga diusung Omah Solo, dengan menyajikan hidangan dari makanan pembuka hingga penutup. Semua lengkap ada di sini, juga termasuk menyediakan oleh-olehnya,” kata pria yang akrab disapa Sri ini.

Adapun yang dimaksud dengan makanan pembuka adalah pada saat pelanggan menunggu pesanan datang, disajikan makanan kecil berupa sosis solo, sate paru, dan sate telur burung puyuh, serta berbagai jenis kerupuk.

Untuk makanan utama seperti tengkleng kuah harganya berkisar Rp 27.000- Rp 29.000, sedangkan tengkleng iga bakar Rp 32.000 per porsi. Soto nggading berkisar Rp 8.000-Rp 14.000, selat solo Rp 18.000, timlo Rp 12.500-Rp 17.000. Nasi liwet keprabon Rp 12.000-Rp 21.000. Sedangkan aneka minuman berkisar Rp 7.500-Rp 8.000.

Asal nama Resto 30, menurut Sri, karena awalnya rumah makan ini menawarkan pelayanan antar (delivery) dengan lama pengantaran maksimum 30 menit sampai di tempat. Namun karena faktor kemacetan maka layanan 30 menit itu tidak ada lagi, tapi menjadi konsep restoran. Rumah makan yang beroperasi sejak tahun 2000 itu kini memiliki empat cabang. (Dian Aditya Mutiara)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved