Selasa, 7 Februari 2012
Bursa EUROPE :FTSE 100* 5892.20 turun -8.87 atau -0.15% |DAX 6764.83 turun -1.84 atau -0.03%              Bursa U.S :DJIA 12845.13 turun -17.10 atau -0.13% |Nasdaq 2901.99 turun -3.67 atau -0.13%              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Kuliner  |  Profil
Selasa, 11 Agustus 2009 | 12:36 WIB
Made Darmi Jualan Nasi Kucing Bali Sejak 1977
Warta Kota/Dian Aditya Mutiara

Ayam betutu sudah lama dikenal sebagai menu khas Bali. Tapi ada lagi yang khas Bali, nasi jenggo namanya. Ini sejenis nasi kucing di Solo.

Menu utama nasi jenggo adalah sayur lawar, sate lilit (terbuat dari ikan tengiri), sayur ares (terbuat dari batang pohon pisang muda), dan rujak kuah pindang.

Jika Anda penasaran, datang saja sini:

Warung Made Darmi di Jalan Punak 33, Pangkalanjati, Cinere, Jakarta Selatan.

Made Darmi adalah pemilik Warung Made Darmi. Ia bilang bahwa orang Bali kebanyakan suka gurih, pedas, dan asin. Mirip dengan masakan padang. Hanya saja mereka tidak menggunakan santan untuk mengentalkan masakannya.

 Warung Made Darmi sudah ada sejak tahun 1977. Awalnya Darmi ikut pamannya hijrah ke Jakarta dan membuka warung. Sebelumnya dia sempat bekerja di Kedutaan Besar Indonesia di Italia selama satu tahun.

Sebagai perempuan Bali, dia juga piawai menari. Bahkan sejak usia 12 tahun sudah mengajar tarian Bali dan memiliki sanggar tari Darmita. Karena pamannya membuka warung makan, mau tak mau dia pun membantu memasak.

"Sejujurnya saya itu tidak suka memasak. Tapi karena keadaan, ya mau tak mau saya jadi bisa memasak. Semua masakan jadi bisa saya kuasai," ujar nenek tiga cucu itu.

Meski di usia yang senja, Made Darmi masih kelihatan sehat. Katanya, dia termasuk orang yang tidak bisa menganggur. Apa pun dikerjakannya untuk mendapatkan uang. Ketika berbincang dengan Warta Kota, wanita ini pun tengah membuat wadah dari janur untuk sesajen. Rupanya banyak juga pesanan sesajen untuk selamatan. "Serba salah ini, banyak kerjaan pusing, tidak ada kerjaan juga pusing," ujarnya sambil tertawa.

Selain di pura, baru tiga bulan ini Made berjualan di Rumah Sakit Fatmawati. Tapi hanya untuk para karyawannya saja. Maklum, di rumah sakit tidak boleh sembarangan dagang. Dikatakan, banyak dokter yang memesan ayam betutu dan sate lilit. (Dian Aditya Mutiara)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved