
Palmerah, Sabtu
Krisdayanti (37) bangga menjadi anak desa alias wong ndeso.
Artis yang biasa dipanggil KD ini bahagia dilahirkan sebagai orang yang hijrah dari desa ke kota. KD senang dapat menjadi gambaran anak desa yang menjadi motor penggerak untuk mereka yang memiliki semangat sama dengannya.
Menurut penyanyi kelahiran Batu, Malang, 24 Maret 1972 ini, semua orang bisa menjemput sukses di Ibu Kota.
"Saya sempat pulang ke Batu dan mendapat kesempatan meresmikan jembatan. Bahkan pernah ditawari posisi wali kota," kata istri musisi Anang Hermansyah ini dalam wawancara dengan presenter Sondang Sirait, di studio SCTV, Sabtu (1/8) sebagaimana dilansir Liputan6.com.
Menyoal buku terbarunya, Catatan Hati Krisdayanti: My Live, My Secret, KD menjelaskan, buku tersebut memang menceritakan semua sisi kehidupannya, termasuk keterlibatannya dengan narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) pada 1998.
Peraih penghargaan The Best of Asia Bagus, ajang pencarian bakat tingkat Asia, pada 1997 ini tidak takut keterbukaannya berdampak pada perjalanan kariernya. "Semua diungkapkan supaya jadi pembelajaran bagi diri saya," ujarnya.
Selain narkoba, KD juga mengaku sempat menjalani operasi plastik. Ibu dari Titania Aurelie Hermansyah dan Azriel Akbar Hermansyah ini ingin memoles kecantikannya setelah dua kali melahirkan dan menyusui.
"Ada rasa kurang nyaman ketika membuka baju di depan kaca," kata adik penyanyi Yuni Shara ini. (soe)