Selasa, 7 Februari 2012
Bursa EUROPE :FTSE 100* 5892.20 turun -8.87 atau -0.15% |DAX 6764.83 turun -1.84 atau -0.03%              Bursa U.S :DJIA 12845.13 turun -17.10 atau -0.13% |Nasdaq 2901.99 turun -3.67 atau -0.13%              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Warta
Minggu, 26 Juli 2009 | 11:09 WIB
Kompetisi Kudapan Ramaikan Festival Kuliner
Aneka kudapan di sebuah hotel -- wordpress.com

Yogyakarta, Warta Kota

Kompetisi kudapan dan minuman khas daerah akan memeriahkan Festival Kuliner yang digelar Departemen Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Java Promo di Pendopo Agung Ambarukmo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu, 8 Agustus mendatang.

"Kegiatan kompetisi kudapan dan minuman khas daerah ini mengambil tema 'Sajian Tradisional Tak Lekang Oleh Zaman Tak Surut Oleh Keadaan," kata Ketua Sekretariat Bersama Java Promo, Sutrisno, Minggu (26/7).

Menurut dia, bumi Indonesia menyimpan kekayaan alam hayati yang melimpah, begitu juga dengan kekayaan hidangan tradisional yang beraneka ragam.

"Kegiatan ini kami harapkan dapat mengenalkan kembali sajian hidangan kudapan dan minuman khas tradisional," katanya.

Ia mengatakan, kompetisi ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kreativitas masyrakat dalam upaya penggalian maupun pengembangan dalam penyajian potensi kudapan dan minuman khas daerah dengan didukung bahan baku lokal.

"Kompetisi kudapan dengan bahan baku nongandum atau terigu, sedangkan minuman khas banyak pilihan bahan baku misalnya jahe, kunyit mapun kencur serta bahan alami lainnya," katanya.

Sutrisno mengatakan, untuk kompetisi ini akan diikuti perwakilan dari 15 Kabupaten/kota yang tergabung dalam Java Promo dengan peserta antara tiga hingga lima kelompok.

"Sedangkan untuk kriteria penilaian meliputi kebersihan, kreativitas pengolahan baik menu maupun rasa, penggunaan kandungan bahan utama minimal 80 persen, tanpa bahan pengawet maupun pewarna sintetis serta penyajian atau presentasi meja dan kemasan," katanya.

Ia menambahkan, juri dalam kompetisi ini akan dihadirkan pakar- masakan atau makanan di Indonesia seperti Chef Tutik Handayani dari Jakarta maupun Chef I Made Witara.

"Chef Tutik Handayani sudah lebih 14 tahun berprofesi sebagai Chef di beberapa hotel jaringan internasional di Indonesia maupun Brunei Darussalam, sedangkan I Made Witara telah 10 tahun berprofesi sebagai chef hotel jaringan internasional," katanya. (Ant/apr)
 

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved