Selasa, 7 Februari 2012
Bursa EUROPE :FTSE 100* 5892.20 turun -8.87 atau -0.15% |DAX 6764.83 turun -1.84 atau -0.03%              Bursa U.S :DJIA 12845.13 turun -17.10 atau -0.13% |Nasdaq 2901.99 turun -3.67 atau -0.13%              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Kuliner  |  Resto
Minggu, 28 Februari 2010 | 11:49 WIB
Nikmat Soto Betawi Tanpa MSG
m.kompas.com

Cikini, Warta Kota

Indonesia kaya akan makanan berkuah yang disebut soto. Makanan lezat nan gurih itu biasanya disertai dengan nama asal daerahnya, seperti soto betawi, soto bandung, soto padang, soto madura, ataupun coto makassar.

Meskipun nama dan cita rasanya berbeda. Tetapi bahan-bahan dasarnya hampir sama, yaitu daging sapi, hati, dan jeroan.

Bahan-bahan itu direbus sampai empuk. Lalu dicampur dengan kaldu dan bumbu yang sudah disiapkan. Jika ingin lebih lezat biasanya ditambah dengan penyedap rasa yang banyak dijual bebas.

Tetapi berbeda dengan soto Betawi H Ma’ruf. Soto yang dapat dijumpai di areal Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, itu justru tidak menggunakan bumbu penyedap rasa.

"Kami tidak pakai penyedap rasa. Kami hanya menggunakan santan," kata Tugino, pelayan rumah makan soto Betawi H Ma’ruf, Senin.

Tugino adalah salah satu pelayan yang sudah 30 tahun lebih bekerja di warung soto Betawi H Ma’ruf ini. Soto ini sudah terkenal sejak puluhan tahun silam. Namun karena tempatnya yang sering berpindah-pindah, banyak pelanggannya yang tidak mengetahui lagi keberadaan soto Betawi Ma’ruf ini.

"Saya sudah 30 tahun lebih jadi langganan soto ini. Dulu waktu masih di Jalan Jambu dan Cikini, kami kadang antre baru bisa dapat jatah," kata Herman, salah satu langganan tetap soto Betawi H Ma’ruf itu.

Pada Senin siang, Herman bersama istrinya kembali mencicipi hidangan spesial karya Ma’ruf ini.

"Pokoknya mantap. Dagingnya empuk, cocok dengan leher saya," kata Herman.

Demikian halnya dengan Ibu Indra, juga salah satu pelanggan soto Betawi H Ma’ruf yang sudah tiga tahun lebih tidak mencicipi hidangan khas nonpenyedap rasa itu. Ibu berkacamata ini baru menemukan kembali warung soto Betawi Ma’ruf pada Senin siang.

"Saya dulu langganan waktu masih di Ragunan, tapi di sana sudah tutup dan pindah, ternyata di sini (Taman Ismail Marzuki)," kata Ibu Indra yang siang itu hadir bersama suaminya dan seorang anaknya yang tengah mengenakan kursi roda.

Sebelum menetap di kompleks Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Ma’ruf menjual soto khasnya itu dengan cara berpindah-pindah. Pernah di Jalan Jambu dan Cikini juga di Ragunan. Sekarang sudah menetap di Kompleks Taman Ismail Marzuki sejak tahun 1983.

"Karena Pak Haji Ma’ruf sudah meninggal 10 tahun lalu, sekarang usaha ini dikembangkan anaknya, Mukhlis Ma’ruf," kata Tugino.

Soto Betawi Ma’ruf kini sudah membuka cabang di Blok M dan Bimantara Kebon Sirih dengan karyawan lebih dari 10 orang.

Agar soto ini berbeda dengan soto kebanyakan, Ma’ruf membuatnya secara khusus, tanpa menggunakan penyedap rasa. Konsep ini terus dipertahankan hingga sekarang. Sebagai pengganti penyedap rasa dan pembeda, soto ini menggunakan santan kelapa.

"Penyedap rasanya pakai kuah santan saja. Banyak juga tamu yang baru, minta penyedap rasa tapi kami tidak sediakan," kata Tugino.

Mereka yang datang katanya, juga sebagian tamu asing. Namun umumnya dari kalangan menengah karena harganya di atas dari soto kebanyakan. Satu mangkok harganya Rp 25.000.

Agar tamu tetap nyaman dan santai menikmati daging empuk yang sudah direbus lebih dulu itu, pengelola sangat menjaga kebersihan warung.

Selain menjual soto, di sini pelanggan juga dapat menikmati sate ayam, kambing dan sate sapi. Harganya juga relatif yakni Rp 18.000 untuk 10 tusuk.

Warung ini dibuka setiap hari, termasuk hari Minggu. Justru hari libur itulah, kata Tugino, warung ini banyak pelanggannya yang datang. (luc/Ant)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved