Selasa, 7 Februari 2012
Bursa EUROPE :FTSE 100* 5892.20 turun -8.87 atau -0.15% |DAX 6764.83 turun -1.84 atau -0.03%              Bursa U.S :DJIA 12845.13 turun -17.10 atau -0.13% |Nasdaq 2901.99 turun -3.67 atau -0.13%              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Kota Hijau  |  Berita Hijau
Jumat, 17 April 2009 | 16:39 WIB
Sekolah Jadi Bank Sampah

Palembang, Jumat

Pemerintah Kota Palembang telah megembangkan 100 sekolah untuk menjadi bank sampah, yang maksudnya mampu menangani sampah mereka sendiri secara benar.

Setiap sekolah tersebut akan menerima modal Rp 300.000 untuk memulai pengumpulan sampah masing-masing, demikian diutarakan Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Palembang, Abubakar Kemas, Jumat (17/4).

Menurut Abubakar lagi, modal itu harus dipakai oleh pengurus OSIS atau koperasi setiap sekolah untuk membeli sampah yang dikumpulkan para murid.

"Selanjutnya sampah-sampah itu lalu dijual ke lapak pemulung," kata Abubakar.

Jenis sampah yang bisa dibeli oleh OSIS atau koperasi tentu saja bukan sampah organik, melainkan sampah nonorganik yang bisa didaurulang, seperti kertas dan botol plastik. Untuk itu pemkot akan menyuplai tong sampah untuk menampung sampah yang sudah dibeli.

"Dana yang kami bagikan ke setiap sekolah itu merupakan sumbangan dari PT Pupuk Sriwijaya, dan merupakan bentuk dari kegiatan CSR (corporate social responsibility) mereka," ujar Abubakar.

Bank sampah ini, kata Abubakar, merupakan salahsatustrategi yang dilakukan Pemkot Palembang untuk memenangkan kembali Piala Adipura.

"Sekolah yang bersih merupakan salah satu komponen penilaian, selain perkantoran, jalan, dan pasar," ujar Abubakar. (Antara/ink)

Share on Facebook
A A A
fachruddin muchtar
Sabtu, 24 Oktober 2009 | 19:07 WIB
sy pribadi dah mulai setahun yg lalu nah sekarang akan dicoba di sekolah dekat rmhku hanya belum ada dukungan dari pemerintah setempat bantu dong...untuk dana awal
muhiddin munir
Sabtu, 18 April 2009 | 11:04 WIB
SANGAT SETUJU. karna di SMA saya juga ada kegiatan seperti itu.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved