Selasa, 7 Februari 2012
Bursa EUROPE :FTSE 100* 5892.20 turun -8.87 atau -0.15% |DAX 6764.83 turun -1.84 atau -0.03%              Bursa U.S :DJIA 12845.13 turun -17.10 atau -0.13% |Nasdaq 2901.99 turun -3.67 atau -0.13%              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Kota Hijau  |  Berita Hijau
Kamis, 16 April 2009 | 16:36 WIB
Listrik dengan Energi Alam

Bandung, Kamis

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat ,Aburizal Bakrie, menyatakan pemerintah berencana menanggulangi masalah kebutuhan listrik di pedesaan dengan memanfaatkan energi yang berasal dari alam.

"Energi alam itu bisa berupa makrohidro, angin, atau tenaga matahari," katanya kepada wartawan disela-sela Serial Seminar Kemandirian Bangsa "Kemandirian Energi Nasional untuk Kesejahteraan Rakyat" di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (16/4).

Dia mengatakan, saat ini pemerintah telah menjalankan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang bertujuan untuk membangun desa tertinggal agar dapat mandiri dan memecahkan masalah yang terjadi di desa. Untuk kebutuhan PNPM, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp13,5 triliun yang pemanfaatannya diarahkan untuk pedesaan.

Menurutnya, terdapat sekitar 35 persen desa yang belum dapat memanfaatkan listrik dengan kendala yang berbeda-beda. Dengan dana PNPM tersebut dapat digunakan untuk pembangunan tenaga listrik alam untuk desa apabila ada yang mengusulkan.

Menteri Aburizal Bakri menantang jajaran ITB untuk dapat mengembangkan gagasan mengenai alat yang efisien sebagai pembangkit tenaga listrik agar segera dapat diproduksi oleh perusahaan-perusahaan dan dapat digunakan oleh desa-desa tertinggal. (Antara/ink)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved