
Senen, Warta Kota
Akhirnya KA kelas ekonomi ber-AC, KA Bogowonto, yang melayani jurusan Stasiun Senen-Kutoarjo diresmikan pengoperasiannya, Jumat (3/9) pukul 20.25.
Peluncuran dilakukan oleh Menteri Perhubungan Freddy Numberi didampingi Dirjen Perkeretaapian, Tundjung Inderawan, dan direksi PT KAI (Persero) di Stasiun KA Senen. Peluncuran tersebut disesuaikan dengan jadwal keberangkatan kereta anyar tersebut.
Di sela peluncuran, Freddy menuturkan bahwa dioperasikannya kereta ekonomi AC KA Bogowonto tersebut bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang kereta api kelas ekonomi.
Dengan demikian transportasi kereta api yang banyak digunakan kelas menangah ke bawah itu bisa memperoleh layanan dan jaminan bertransportasi.
"Rencananya tahun 2013 seluruh kereta api kelas ekonomi akan dilengkapi dengan AC. Dengan peluncuran KA Bogowonto ini mudah-mudahan bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada penumpang," katanya.
Freddy menuturkan bahwa kenyamanan kereta ekonomi sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Pasalnya kereta api itu menggunakan uang rakyat.
Jadi kereta api yang dibuat oleh PT INKA menghabiskan dana sekitar Rp 38,3 miliar tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk rakyat. Dana itu bersumber dari dana APBN tahun 2010.
"Oleh karena itu saya berharap penumpang bisa merawat kereta api ini. Jadi tetap bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama," terang Freddy.
Kahumas Daop I, PT KAI (Persero), Mateta Rijalulhaq menuturkan bahwa KA Bogowonto itu hanya satu kali perjalanan setiap harinya dari Stasiun KA Senen.
Kereta ini dirancang dengan kecepatan operasional 100km/jam dengan umur teknis fisik tidak kurang dari 25 tahun. Rangkaian kereta api ini dilengkapi dengan kereta makan, pembangkit listrik, generator berkekuatan 2X259 KVA yang digunakan untuk suplai rangkaian kereta api.
"Satu rangkaian KA Bogowonto dilengkapi dengan 10 kereta atau gerbong. Satu kereta atau gerbong berkapasitas 80 orang dan penumpang berdiri 25 persen," kata Mateta.
Hal ini jauh berbeda dengan kereta ekonomi biasa tanpa AC yang satu gerbong berkapasitas 106 penumpang dengan penumpang berdiri sebesar 50 persen.
Tarif KA Bogowonto dipatok sebesar Rp 70.000 per orang. Untuk lanjut usia dan anak-anak sebesar Rp 56.000 per orang. Sedangkan untuk veteran sebesar Rp 49.000 per orang.
Tarif ini lebih mahal dibanding kereta ekonomi dengan tujuan yang sama yaitu sebesar Rp 43.000 per orang. Tetapi tarif KA Bogowonto lebihh murah dari KA Sawunggalih (kelas bisnis) yang tujuannya sama yaitu ke Kutoarjo.
Tarif KA Sawunggalih dipatok sebesar Rp 120.000-Rp 150.000 (saat arus mudik Lebaran) dan Rp antara Rp 90.000 sampai Rp 100.000 per orang (harga di luar arus mudik Lebaran).
Mateta menuturkan KA Bogowonto dipilih dengan jurusan Kutoarjo, karena jurusan itu banyak yang dituju pemudik. "Nama kereta api itu disesuaikan dengan nama salah satu sungai besar di Kutoarjo," ujar Mateta. (Sigit Nugroho)