
Tujuh anggota polisi yang diduga melakukan pemerasan sudah diserahkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya. Status mereka sebagai terperiksa.
"Kemarin sudah diserahkan ke Propam. Statusnya terperiksa. Mereka juga masih diperiksa terkait dugaan tindak pidananya," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Anjan Pramuka Putra, ditemui usai penyerahan bantuan enam sepeda motor dari kepolisian DEA, Jumat (3/9) siang.
Siapa ketujuh polisi tersebut, Anjan enggan menyebutkannya dengan alasan masih dalam penyelidikan. Kendati demikian, Anjan menegaskan bahwa pihaknya tidak pandang bulu kepada siapa pun termasuk anggota polisi yang bermain-main dalam kasus narkoba.
"Kita akan tindak tegas dan kita tidak mau mentolerir. Tentu kita juga tidak mau (kasus--Red) ini ditutup-tutupi. Kami akan terbuka, siapa pun yang terlibat nanti, sebab kan ada anggota BNN juga ya, pasti akan menerima sanksi," tandas Anjan.
Sampai saat ini ketujuh polisi tersebut masih diperiksa. Penyidik sedang mencari tahu hubungan antara ketujuh polisi dengan Septian, yang menyimpan satu gram sabu. Penyidik juga masih menyelidiki dugaan pemerasan yang dilakukan tujuh anggota polisi itu.
Ketujuh anggota itu ditangkap di Hotel Golden, Jakarta Pusat. Mereka diduga terlibat pemerasan atas calon pembeli narkoba yang ternyata seorang polisi narkoba Polda Metro Jaya yang sedang menyamar sebagai pembeli. (Dedy)