Severity: Notice
Message: Undefined index: ParentID
Filename: libraries/newsfunc.php
Line Number: 457
Severity: Notice
Message: Undefined index: Name
Filename: libraries/newsfunc.php
Line Number: 465
Severity: Notice
Message: Undefined index: ParentID
Filename: libraries/newsfunc.php
Line Number: 466
Severity: Notice
Message: Undefined index: Name
Filename: libraries/newsfunc.php
Line Number: 467

Birmingham, Kamis
Aston Villa mencoret nama pelatih beken Sven-Goran Eriksson dari daftar kandidat manajer permanen klub dan menjadi suksesor Martin O’Neill yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 9 Agustus lalu.
Muncul nama mantan manajer Liverpool, Gerard Houllier, yang ditimbang sebagai kandidat serius untuk menjadi Direktur Sepakbola Klub yang akan bekerja bersama caretaker Kevin MacDonald.
Sejauh ini, Villa telah berupaya mendekati dan menilai sejumlah sosok yang dinilai pantas dan kapabel menduduki kursi manajer yang kosong, di antaranya Eriksson dan Alan Curbishley, mantan manajer West Ham United. Dalam perkembangan terakhir, Houllier berada di pole position.
Namun, sejak meninggalkan Olympique Lyonnais pada 2007, Houllier, 62 tahun, tidak lagi terlibat dalam manajemen klub. Hal itu dipicu dari penyakit jantung yang dideritanya.
Karenanya, Villa besar kemungkinan tidak akan mendaulat Houllier sebagai manajer tim yang sehari-hari berurusan langsung dengan pemain dan klub.
Langkah mencari kompromi atau jalan tengah pun tengah ditimbang, yaitu menduetkan Houllier dan MacDonald.
Pola seperti itu diusulkan mantan manajer Villa, Graham Taylor, saat bertemu dengan Chief Executive Klub Paul Faulkner. Dalam benak Taylor, MacDonald cukup cakap dalam menjalankan tugas sebagai first team coach.
Lagipula, saat diwawancarai owner klub Randy Lerner, MacDonald menyiratkan kesediaannya untuk bekerja bersama-sama seorang figur yang lebih berpengalaman.
Meski telah mencoret nama Eriksson, Villa diyakini masih tetap mencantumkan Curbishley dalam daftar kandidat manajer baru. (luc/Liputan6)