
Sawahbesar, Warta Kota
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, inflasi bulan Agustus 2010 mencapai 0,76 persen. Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) diakui menjadi pemicunya.
Dengan besaran inflasi pada bulan Agustus tersebut, maka besaran inflasi untuk periode Januari-Agustus 2010 mencapai4,82 persen, dan inflasi year on year 6,44 persen.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, Subagio Dwijosumono, dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jalan DR Sutomo, Pasarbaru , Jakarta Rabu (1/9) memaparkan, penyumbang infalsi Agustus ini masih didominasi kelompok makanan.
"Kelompok makanan masih mendominas, baik bahan makanan maupun makanan jadi, seperti nasi dan lauk pauk, " papar Subagio.
Namun BPS mengakui, kontribusi tertinggi infalsi Agustus disumbangkan oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar yang memberikan andil sebesar 0,39 persen. "Ini karena TDL yang sudah naik sejak Juli lalu, tetapi baru ditagih bulan Agustus," ujar Subagio.
Menurut BPS, sepanjang Agustus tercatat 57 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Gorontalo sebesar 3,75 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Mataram 0,06 persen.
Komoditas beras masih memberikan andil cukup tinggi karena mengalami kenaikan 4,3 persen rata-rata nasional. dan memberikan andil sebesar 0,20 persen. "Kenaikan tertinggi terjadi di Cirebon dan Gorontalo sebesar 13 persen dan Sukabumi," paparnya.
Sementara itu ikan segar memberikan kontribusi 0,07 persen, angkutan udara 0,06 persen, daging ayam ras 0,03 persen; pendidikan untuk Sekolah Dasar serta Sekolah Lanjutan Tingkat Atas sekitar 0,03 persen serta harga daging sapi yang mengalami kenaikan 2,41 persen memberikan andil sebesar 0,02 persen.
Namun terdapat 9 kota yang mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Pematang Siantar, yakni 0,22 persen dan terendah terjadi di Sibolga sebesar 0,02 persen.
Penyumbang deflasi ialah cabai merah yang harganya turun sebesar 17,73 persen dan memberikan andil 0,19 persen; bawang merah yang turun 0,13 persen (0,06 persen), dan turunnya harga emas perhiasan yang memberikan andil 0,02 persen. (Willy Pramudya)