
Balai Kota, Warta Kota
RAPAT paripurna DPRD yang membahas APBD Perubahan DKI 2010, Selasa (31/8), ricuh karena dibanjiri interupsi dari hampir semua fraksi.
Akibatnya, Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan terpaksa menghentikan rapat tersebut. Rapat paripurna itu membahas proyek di bidang kesehatan dan pendidikan serta bidang pembangunan. Dari semua fraksi hanya Fraksi Partai Demokrat yang tidak mengajukan interupsi.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Syahrial menyatakan, pihaknya menolak berlanjutnya rapat paripurna itu karena tidak menerima salinan APBD Perubahan DKI 2010.
“Kami tolak karena kami tidak menerima salinan APBD Perubahan DKI 2010, kami tidak tahu untuk apa saja APBD Perubahan DKI 2010 itu,” katanya.
Kericuhan rapat di DPRD DKI juga dikarenakan penolakan keputusan Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan yang membentuk tim khusus anggaran yang anggotanya dipilih secara pribadi. Padahal, DPRD sudah memiliki Badan Anggaran.
Ferrial kemudian mengadakan rapat di ruang pimpinan yang dihadiri para pimpinan DPRD, seluruh ketua komisi, dan ketua fraksi.
Hal itu disesalkan oleh anggota Fraksi Partai Gerindra Andyka. “Harusnya pembahasan APBD Perubahan DKI 2010 diikuti semua anggota DPRD bukan hanya dibahas segelintir anggota,” katanya.
Wakil Ketua DPRD DKI Lulung Lunggana mengaku dirinya tidak ikut dalam proyek-proyek yang diproses dalam APBD Perubahan DKI 2010.
“Jadi saya seharusnya tidak ikut rapat, itu bukan bidang saya. Proyek itu terkait dengan Komisi A, D, dan E,” katanya terkait rapat di ruang pimpinan DPRD setelah rapat paripurna dihentikan.
Terkait dengan hal itu, Ketua Komisi D DPRD DKI Berlin Hutajulu mengatakan, jika ada masalah, rapat harus diambil alih pimpinan. Dia menambahkan, semua proses untuk membahas APBD Perubahan DKI 2010 sudah dilalui. “Termasuk saya sebagai Ketua Komisi D, saya selalu mengomunikasikan setiap perkembangan pembahasan yang dilakukan dan persoalannya dengan anggota Komisi D,” katanya.
Pernyataan itu mendapat tanggapan anggota Komisi A DPRD DKI, WA William Yani.
“Selama saya menjadi anggota Komisi A, tidak ada pemberitahuan itu, anggota tidak tahu menahu, kalau Komisi D bisa seperti itu, hebat dong,” katanya.
Copot jabatan
Menyikapi sidang paripurna yang ricuh itu, Ketua Metropolitan Cabin Empowering and Watch Amir Hamzah menuntut agar Ferrial mencopot jabatannya.
“Dia sudah terbukti tidak mampu menjadi Ketua DPRD DKI, dia harus mundur. Sidang ini sangat memalukan dan sarat kepentingan yang ingin menguasai proyek-proyek pembangunan di DKI,” katanya.
Rapat paripurna DPRD DKI seharusnya sudah selesai membahas APBD Perubahan DKI 2010 pada awal Agustus 2010. Sidang paripurna sudah tiga kali ditunda sampai akhirnya rapat digelar pada Selasa (31/8).
Akan tetapi, rapat itu justru dihentikan karena terjadi kericuhan. (Gede Moenanto)