Selasa, 7 Februari 2012
Bursa ASIA :Hang Seng 20699.19 turun -10.75 atau -0.05% |Nikkei Average 8917.52 turun -11.68 atau -0.13% |Shanghai Composite 2291.90 turun -39.23 atau -1.68% |BSE Sensex 17601.27 turun -106.04 atau -0              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Layanan Umum  |  City News
Selasa, 31 Agustus 2010 | 16:27 WIB
Pesan Gubernur: Lapor RT Sebelum Mudik
Warta Kota/Irwan Kintoko

Balaikota, Warta Kota

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengimbau kepada para pemudik Lebaran melapor lebih dulu kepada Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) sebelum melakukan perjalanan pulang ke kampung.

"Pemudik kalau mau berangkat hendaknya melapor kepada Ketua RT dan RW untuk menitipkan rumahnya ke Pak RT dan RW. Setidaknya nanti rumahnya ada yang menjaga," kata Fauzi Bowo, Selasa (31/8).

Foke juga berpesan agar pemudik memastikan rumahnya sudah terkunci dengan baik untuk mencegah pencurian.

Gubernur memerintahkan seluruh ketua RT dan RW untuk memperketat pengamanan dengan meningkatkan patroli siskamling pada daerah masing-masing, bekerja sama dengan Polda Metro jaya dan Pemprov DKI.

Selain itu, pemudik agar memeriksa ulang kendaraan yang akan dipakai untuk pulang kampung."Sebelum melakukan perjalanan, kendaraan diperiksa terlebih dahulu agar tidak mogok di jalan. Keselamatan dan kelaikan kendaraan harus dipastikan aman," katanya.

Foke juga melarang pemudik bersepeda motor mengangkut penumpang melebihi kapasitasnya. "Tempat duduk yang ada di motor itu untuk dua orang jangan dinaikkin 10 orang. Berpikirlah yang jernih kalau mau menggunakan sepeda motor. Gunakan sesuai ketentuan aturan kelaikannya. Dan patuhi aturan-aturan polisi selama perjalanan mudik," katanya.

Foke meminta pemudik tidak membawa sanak saudaranya dari kampung ketika kembali ke Jakarta bila tidak mempunyai pekerjaan.

"Saya tidak ingin memulangkan keluarganya jika nanti terkena razia kependudukan yang akan kami lakukan," tambahnya. (Antara/ink)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved