Selasa, 7 Februari 2012
Bursa ASIA :Hang Seng 20699.19 turun -10.75 atau -0.05% |Nikkei Average 8917.52 turun -11.68 atau -0.13% |Shanghai Composite 2291.90 turun -39.23 atau -1.68% |BSE Sensex 17601.27 turun -106.04 atau -0              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Seks & Seksi  |  Kesehatan
Senin, 30 Agustus 2010 | 12:16 WIB
Waspadai, Sering Buang Air Kecil
Istimewa

BAYANGKAN, saat berada di dalam bus umum dengan kemacetan yang tak kunjung terurai, tiba-tiba Anda ingin buang air kecil atau berkemih. Beruntung kalau masih bisa tahan hingga ketemu toilet atau sampai di rumah. Jika tidak, Anda bisa ngompol. Tentu Anda akan malu bila terlihat atau ketahuan oleh penumpang lain.

Jika Anda sering mengalami hal itu, segera ke dokter. Dalam istilah kedokteran sering buang air kecil itu dikenal dengan overactive bladder (OAB). Awam sering menyebut beser.

"Hingga saat ini tidak diketahui jelas penyebab penyakit ini. Namun telah terjadi kontraksi yang berlebihan pada otot kandung kemih, yang menyebabkan sensasi untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya," kata dr Budi Iman Santoso SpOG(K) saat talkshow mengenai OAB dalam acara 'Pfizer Woman Care,' di Citywalk, Sabtu (21/8).

Dalam kondisi normal, frekuensi berkemih paling banyak delapan kali sehari. Ternyata, sekitar 53 persen perempuan di Asia terkena gejala OAB dengan derajat yang berbeda. Pada pria jumlahnya masih dibawah angka wanita.

Seiring dengan bertambah usia, jumlahnya semakin banyak. Lebih banyaknya penderita wanita dikarenakan saluran kandung kemih wanita lebih pendek ketimbang pria sehingga memicu lebih cepat terjadi OAB.

Dia mengatakan, walaupun penyakit ini tidak mematikan, namun menimbulkan permasalahan baru seperti gangguan fisik dan pekerjaan, interaksi sosial, psikologis dan depresi, gangguan pada pola tidur, hingga masalah seksual yang kesemuanya itu akan mengurangi kualitas hidup seseorang.

"Masalah beser ini semua bisa terganggu. Jika bolak-balik ke toilet tentu pekerjaan tidak akan beres. Begitu juga hubungan suami- istri. Ketika berhubungan badan, tiba-tiba kebelet bahkan bisa keluar urinenya. Masalah ini tentu sangat mengganggu baik bagi suami dan istrinya. Belum lagi menimbulkan bau. Walaupun tidak menyebabkan kematian, tapi pasien OAB yang sangat parah bisa bunuh diri karena permasalah yang ditimbulkan itu," kata Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM itu.

Pada kasus beser, seringkali harus menggunakan diaper atau popok sekali pakai. Di negara maju diperkirakan menghabiskan Rp 30 juta untuk pembelian diaper dewasa. Di Indonesia dapat lebih hemat, pembelian diaper ini dipangkas hanya sekitar Rp 2 - 3 juta/tahun. Namun berdampak sosial lain, yakni bau tidak sedap.

"Kalau di luar negeri, baru sekali keluar urine sudah diganti. Kalau di sini, mungkin menunggu penuh dulu dan sudah bau. Perilaku untuk mengganti diaper itu saja sudah sangat mengganggu," kata Budi.

Ada tiga gejala yang harus diperhatikan. Bila jawaban dari ketiga gejala ini adalah iya, maka Anda mungkin menderita OAB. Ketiga gejala itu adalah pertama urgensi (kebelet), yakni keinginan tiba-tiba yang kuat untuk berkemih dan sulit ditahan, dengan atau tanpa inkontinensia (mengompol). Kedua frekuensi, yaitu mengeluh berkemih terlalu sering dalam satu hari lebih dari delapan kali. Ketiga nokturia adalah keluhan berkemih pada malam hari lebih dari satu kali.

Ada beberapa faktor risiko terjadinya OAB ini, yakni obesitas, diabetes, kurang aktivitas fisik, merokok, minuman bersoda, riwayat infeksi saluran kemih, gangguan prostat, riwayat pengangkatan rahim, dan persalinan. Selain itu, ada kebiasaan lain yang memperburuk, seperti mengenakan pakaian ketat dan sering menahan berkemih.

"OAB merupakan kumpulan gejala. Mengapa bisa terjadi kandungan kemih menjadi begitu sensitif. Diperlukan multidisiplin ilmu yang menangani, Di antaranya urologi, kandungan, geriatri, syaraf, atau dokter anak jika yang terkena anak-anak. Pengobatan yang dilakukan bukan menyembuhkan tapi hanya perbaikan. Jika sebelumnya berkemihnya setiap 30 menit, bisa menjadi dua jam sekali. Diperlukan latihan serta pengobatan yang teratur," kata Budi.

Frekuensi yang berkurang walaupun masih diatas normal, sangat membantu pasien. "Bayangkan jika tadinya berkemih tiap 30 menit, menjadi dua jam. Perubahan itu cukup membantu pasien untuk bisa beraktivitas, selain memikirkan berkemih atau mencari toilet," kata Budi.

Anyang-anyangan

Overactive bladder berbeda dengan anyang-anyangan. Anyang-anyangan itu disertai nyeri karena ada infeksi. Penyebabnya kebiasaan menahan berkemih serta pengantin baru.

Mengenai pengantin baru itu yang terkena anyang-anyangan ada survei yang menyebutkan 45 persen pengantin baru terkena anyang-anyangan, baik pria atau wanita.

"Kalau ada pengantin baru yang kena anyang-anyangan berarti orang baik itu karena belum tahu caranya yang benar," canda Budi.

Selain itu anyang-anyang juga ditandai rasa ingin berkemih namun ketika berkemih serasa tidak tuntas dan nyeri. Jadi berbeda dengan OAB yang terasa ingin berkemih, terasa tuntas namun sesaat kemudian keinginan untuk berkemih muncul kembali.

Senam kegel

Walaupun tidak bisa disembuhkan, namun tentu saja bisa dicegah. Pencegahan yang dilakukan itu, kata Budi, dengan memperhatikan asupan makan dan minuman terutama yang bersifat diuretik, dan hindari makan dan minum dua jam sebelum tidur. Lakukan senam kegel untuk mengencangkan otot-otot sekitar vagina, serta latih otot kandung kemih dengan menahan buang air kecil selama 30 menit.

Menurutnya, latihan kegel, selain mencegah OAB, bisa mencegah terjadinya disfungsi dasar panggul yang menyebabkan tidak bisa menahan feses dan tidak bisa menahan kentut.

Budi mengatakan, pencegahan dengan latihan menahan buang air kecil tidak bertentangan dengan faktor risiko, yakni menambah OAB karena kebiasaan menahan berkemih. "Dalam kondisi normal, orang merasakan kebelet jika di kandungan kemih terkandung sekitar 100 - 150 cc urine. Tapi baru lima cc sudah terasa, tahan. Agar volume banyak dulu," kata Budi.

Senam kegel itu bisa dilakukan baik pria atau wanita. Setiap wanita disarankan untuk melakukan senam kegel setiap harinya. Selain mencegah terjadinya OAB juga untuk meningkatkan hubungan seksual dengan suami.

"Senam kegel harus dijadikan kebiasaan bagi wanita dimana pun dan kapan pun. Sambil duduk atau tiduran juga bisa. Selain mencegah OAB, juga agar suami betah di rumah," katanya sambil tersenyum. Yang dilatih dalam senam kegel adalah otot dasar panggul atau pubococcygeus (PC), otot yang sama seperti saat Anda menahan berkemih. (Lilis Setyaningsih)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved