
Ungaran, Warta Kota
Pengelola Museum Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mulai melakukan pembenahan fasilitas untuk menarik pengunjung pada Lebaran 2010.
Kepala Stasiun Ambarawa, Eko S Mulyanto, Minggu (29/8), mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan pengecatan semua lokomotif, baik yang akan dipamerkan pada saat Lebaran maupun yang akan digunakan untuk lori wisata.
"Pengecatan itu supaya lebih indah. Fasilitas, dan taman-taman di sekitar museum juga kami bersihkan supaya tetap kelihatan menarik," katanya.
Menurut dia, pengunjung museum kereta api pada saat Lebaran diperkirakan akan melonjak tajam.
Pada Lebaran tahun lalu, katanya, pengunjungnya bisa mencapai 10.000 orang. Lonjakan pengunjung biasanya pada H+2 Lebaran, dan puncaknya biasanya pada H+5 Lebaran.
"Saya menargetkan pengunjung di musem KA Ambarawa pada Lebaran tahun ini melebihi tahun lalu," katanya.
Pada Lebaran tahun ini, kata dia, pihaknya akan mengoperasikan dua lokomatif untuk lori wisata, yaitu lokomotif B 2502 dan B 2503 untuk rute Ambarawa-Bedono sejauh 10 kilometer. Kereta api yang digunakan untuk lori wisata itu adalah kereta uap.
Untuk tarif lori wisata, kata dia, pada hari biasa tarifnya adalah Rp 5,25 juta untuk rombongan 80 orang, tapi untuk hari Lebaran nanti, per orangnya langsung dikenai Rp 75.000.
Dia mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pembenahan dua koleksi lokomotif baru, yakni lokomotif diesel BB 200 dan D 300. Selain itu, 21 lokomotif yang sudah berada di museum akan ditata lebih teratur.
Dia berharap, dengan dilakukannya pembenahan menjelang Lebaran ini, masyarakat bisa tertarik untuk berkunjung ke Museum Kereta Api Ambarawa, kerena museum itu adalah satu-satunya museum kereta api tradisional yang ada di Indonesia. (Antara/ink)