
Bengkulu, Warta Kota
Populasi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatreansis) di Provinsi Bengkulu saat ini diperkirakan tinggal belasan ekor, yang tersebar di sejumlah kawasan hutan lindung di daerah itu.
"Saya tidak tahu pastinya berapa jumlah populasi Harimau Sumatera di Bengkulu, tapi kita perkirakan tinggal belasan ekor," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Andi Basrul, di Bengkulu, Jumat (27/8).
Binatang langka yang dilindungi undang-undang tersebut, habitatnya di Bengkulu berada di kawasan hutan lindung Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan kawasan hutan lainnya yang ada di daerah itu.
Namun, belakangan menurut Andi, raja rimba ini sering muncul di perkampungan penduduk dan memangsa hewan peliharaan masyarakat, seperti kambing, ayam dan hewan lainnya. "Hal ini terjadi karena hutan yang menjadi tempat habitat harimau terus berkurang akibat dirambah masyarakat," katanya.
Dengan berkurangnya luas habitat tersebut, menyebabkan binatang langka ini kesulitan mendapatkan makanan sehingga seringkali harimau itu masuk ke perkampungan seperti yang terjadi di Desa Mekarsari, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu beberapa waktu lalu.
Mendapat laporan ada harimau masuk ke perkampungan penduduk, menurut Andi, pihaknya langsung menurunkan anggota ke lapangan untuk mengusir harimau kembali ke hutan, tapi upaya tersebut tidak berhasil.
"Harimau betina berusia dua tahun itu terpaksa ditangkap dengan menggunakan bius. Harimau itu saat kita tangkap kondisinya sedang sakit karena di beberapa bagian tubuh terdapat luka," ujarnya.
Saat ini, setelah beberapa hari perawatan, kondisinya membaik. "Namun untuk memastikan apakah benar sehat, kami akan melakukan pengecekan kesehatan kembali pada Jumat ini," katanya.
Jika kondisi kesehatan harimau itu benar-benar baik, maka binatang buas ini akan di kirim ke Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Provinsi Lampung.
"Jika tidak ada aral melintang Sabtu (28/8) harimau ini akan kita berangkatkan ke Provinsi Lampung menggunakan pesawat udara," (Antara/ink)