
Tangerang, Warta Kota
Keluarga besar Wanadri menyambut dengan meriah kedatangan Tim 7 Summits Expedition, yang baru saja melakukan pendakian ke Puncak Kilimanjaro (5.895 mdpl) di Tanzania dan Elbrus (5.642 mdpl) di Rusia.
Seluruh pendaki yang berjumlah 10 orang itu tiba di Tanah Air melalui Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu pukul 17.45 menggunakan pesawat Turkish Air dengan nomor penerbangan TK OO66. Ke 10 pendaki itu terdiri dari enam pendaki inti, yaitu Ardhesir Yaftebbi, Iwan Irawan, Martin Rimbawan, Fadjri Al Luthfi, Nurhuda dan Gina Afriani, ditambah satu senior Wanadri dan tiga orang jurnalis.
Kedatangan duta bangsa ini disambut dengan tradisi kalung bunga serta plakat yang dilakukan oleh petinggi Wanadri serta jajaran Tim 7 Summits Expedition, diantaranya Ketua Umum pendakian Endriartono Sutarto.
Suasana haru dan gembira terpancar d iraut muka pendaki maupun anggota keluarganya, yang hampir 30 hari ditinggal dalam menjalankan misi mencapai tujuh puncak tertinggi di dunia itu.
Mereka langsung berpelukan untuk melepas kerinduan serta merayakan keberhasilan tim setelah mampu mencapai dua puncak tertinggi di Afrika dan Eropa, yang pelaksanaanya berdekatan yaitu tanggal 1 dan 19 Agustus.
"Setelah melalui proses dan beberapa tantangan akhirnya kami mampu menyelesaikan dia pendakian secara berturut-turut. Ini adalah satu pencapaian yang luar biasa," kata Ketua Pendaki 7 Summits Expedition Ardhesir Yaftebi saat dikonfirmasi.
Menurut dia, salah satu kendala yang dihadapi adalah perubahan cuaca yang cukup ekstrem. Namun demikian semuanya bisa diatasi dan sukses mencapai puncak tertinggi Afrika dan Eropa.
Dengan suksesnya mendaki dua puncak itu Tim 7 Summits Expedition telah menyelesaikan tiga pendakian dari tujuh puncak yang harus didaki. Sebelumnya tim telah menancapkan bendera Merah Putih di Puncak Ndugu-Ndugu (4.884 mdpl) Papua tanggal 22 April lalu.
Setelah itu tim selanjutnya akan mempersiapkan diri untuk melakukan pendakian selanjutnya yaitu ke Puncak Aconcagua (6.962 mdpl) Argentina, Denali atau McKinley (6.194 mdpl) Alaska, Vinson Massif (4.897 mdpl), dan Sagarmatha atau Everest (8.848 mdpl) Nepal.
"Ini adalah upaya anak banyak untuk memberikan prestasi bagi bangsa dengan mencapai tujuh puncak tertinggi di dunia. Kita boleh bangga tapi tidak boleh sombong dengan keberhasilan ini," kata Endriartono Sutarto di sela menyambut kedatangan pendaki.
Keberhasilan ini, kata dia adalah berkat kerjasama dengan semua pihak. Untuk itu diperlukan dukungan lagi agar misi menancapkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi di dunia bisa tercapai.
Program 7 Summits atau 7 Puncak Dunia Dipelopori oleh Richard Bass tahun 1980-an. Sedangkan di Indonesia program Pendakian 7 Puncak Dunia sudah dilakukan sejak tahun 1988 oleh Mapala UI, yang saat ini sudah menancapkan Merah Putih di puncak Ndugu-Ndugu atau Cartensz Pyramid, Kilimanjaro, Elbrus, Denali atau McKinley, dan Aconcagua.
Pada pendakian di Aconcagua, tahun 1992, Mapala UI kehilangan dua pendakinya, yakni Norman Edwin dan Didiek Samsu. Sejak itu program tersebut tersendat, dan baru akan dilanjutkan tahun ini dengan mendaki Vinson Massif di Kutub Selatan atau Benua Antartika. (Antara/ink)