
Palmerah, Warta Kota
Harga sirup kemasan botol produksi pabrikan di Jakarta cenderung stabil, meskipun harganya bervariasi mengikuti mereknya.
"Harga sirup cenderung stabil. Kalaupun harga sirup naik, itu bersifat situasional karena akan memasuki Lebaran dan kenaikan harga itu kadang hanya dilakukan oleh pedagang sendiri," kata Gunadi, salah seorang pedagang sembako dan barang kelontong di Pulogebang, Jakarta Timur, Seni (23/8).
Menurut Gunadi, hingga hari ke-13 puasa Ramadhan 1431 Hijriah, harga sirup produk pabrikan masih cenderung tak berubah.
"Jenis minuman berbagai macam sirup ada di toko-toko swalayan sampai pasar tradisional yang membuat harga-harga sirup bervariasi," katanya.
Mengenai harga sirup, menurut Gunadi, berkait erat dengan merek, kualitas, serta cita rasa. "Antara cita rasa sirup yang satu dengan yang lainnya, walau merek sama, volume sama, tapi harga bisa saja berbeda," katanya menambahkan.
Gunadi lalu menjelaskan harga sirup merek Pohon Pinang rasa marquisa dengan ukuran botol 630 mililiter (ml) harganya Rp 15.000, dan yang cita rasa marquisa super harganya Rp 17.500 per botol. (Antara/ink)
Hasil pantauan di beberapa pedagang tradisional dan di beberapa toko swalayan di wilayah Jakarta pada beberapa merek sirup, ditemukan variasi harga sebagai berikut:
-Pohon pinang Marquisa Super 630 ml Rp 14.500 hingga Rp 18.000;
-Pohon pinang Marquisa 630 ml Rp 12.500 hingga Rp 16.000;
-Marjan Onange 600 ml Rp 9.000 hingga Rp 12.000;
-Marjan Cocopandan Melon 600 ml Rp 14.900 hingga Rp 18.500;
-Marjan Cocopandan Lychee 600 ml Rp 14.900 hingga Rp 18.500;
-ABC Mangga 620 ml Rp 11.000 hingga Rp 14.000;
-ABC Lychee 620 ml Rp 11.000 hingga Rp 15.000;
-ABC Orange 620 ml Rp 11.000 hingga Rp 15.000;