Selasa, 7 Februari 2012
Bursa EUROPE :FTSE 100* 5892.20 turun -8.87 atau -0.15% |DAX 6764.83 turun -1.84 atau -0.03%              Bursa U.S :DJIA 12845.13 turun -17.10 atau -0.13% |Nasdaq 2901.99 turun -3.67 atau -0.13%              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Seks & Seksi  |  Kesehatan
Senin, 23 Agustus 2010 | 14:47 WIB
Jangan Cari Alasan untuk Tidak Berpuasa
Istimewa

KALANGAN agama maupun dokter meyakini dengan berpuasa menjadikan tubuh lebih sehat. Asalkan dengan pengendalian diri. Tidak hanya menahan untuk makan dan minum berlebihan saja. Tetapi juga pengendalian jiwa sehingga terhindar dari stres yang menjadi pencetus timbulnya berbagai penyakit.

"Pengendalian diri merupakan hal yang harus dilakukan selama berpuasa. Bagi yang berpuasa tidak hanya menahan makan dan minum saja. Tetapi juga bisa menghindari amarah, tidak bicara kotor, tidak membicarakan orang lain, dan hal lain yang tidak baik. Diminta untuk lebih banyak berzikir, membaca Alquran, dan meningkatkan ibadah-ibadah lain," kata dr Ari Fahrial Syam SpPD, pekan lalu.

Rangkaian ibadah itu tentu mempunyai hikmah agar jiwa lebih tenang dan diri kita bisa lebih terkendali. Pada akhirnya, selama berpuasa ini kita diminta hidup lebih tenang. Inilah kunci untuk terhindar dari stres. Itu bisa mengurangi produksi asam lambung dan sakit maag akan menjadi sembuh.

Dokter yang praktik di RSCM dan RS Cempaka Putih itu mengatakan, pada minggu pertama menghindari rasa tidak nyaman. Bagi orang yang sudah mempunyai gangguan pada maag dianjurkan untuk mengonsumsi obat penekan asam lambung. Seperti obat antagonis reseptor H2 (ranitidine,famotidine, simetidine,nizatidine) atau penghambat pompa proton (omeprazole,lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole, pantoprazole).

Sedang obat-obatan seperti antasida yang banyak dipromosikan melalui media cetak dan media elektronik bukan obat pencegah maag. "Obat antasida hanya menghilangkan gejala saja dan kerjanya hanya 6-8 jam. Penggunaannya tidak bersifat umum hanya menghilangkan gejala gangguan lambung yang timbul," kata Ari.

Dia mengatakan, pada pasien yang mengalami perdarahan lambung dengan gejala muntah darah atau buang air besar hitam, muntah berulang, dan setiap makan muntah memang tidak diperbolehkan puasa.

Bahkan mereka harus dirawat di rumah sakit untuk mengatasi gangguan sakit maagnya itu. Pasien dengan kanker saluran cerna juga tidak dianjurkan untuk berpuasa. "Jadi jelas kalau takut sakit maagnya kambuh kalau berpuasa, merupakan alasan yang dicari agar tidak berpuasa," katanya. (Lilis Setyaningsih)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved