
JANGAN pernah mengira penyakit jantung hanya mengenai orang kaya saja. Kalangan menengah ke bawah pun rentan terkena penyakit yang menjadi pembunuh nomor satu manusia di planet ini. Perubahan gaya hidup dan pola makan yang salah menjadi alasan utama penyakit jantung.
Dr Santoso Karo Karo SpJP mengatakan, faktor resiko terkena penyakit jantung, secara umum dari genetika, etnik, usia, serta kelamin. "Laki-laki lebih lebih banyak terkena penyakit jantung. Terutama dari makanannya," kata dokter RS Harapan Kita saat talkshow 'Bekerja Sehat, Jantung Sehat', Rabu (4/8).
Pola yang salah pada orang kaya biasanya kurang bergerak, terlalu banyak makan yang manis, serta lemak sehingga memicu obesitas atau kegemukan.
Sementara bagi kalangan menengah ke bawah, pola makan yang salah juga terjadi. Pada golongan masyarakat ini terlalu banyak makan goreng-gorengan, bakso, jeroan, sehingga menjadi pemicu menumpuknya kolesterol.
Kurang aktif bergerak, diabetes, stres, dan obesitas juga mempercepat munculnya penyakit jantung.
Perubahan pola makan yang baik dengan menghindari garam, gula, dan lemak tidak pernah terlambat dilakukan secepat mungkin. Termasuk menghentikan kebiasaan merokok. Memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan.
Aktif secara fisik berdampak lingkar perut pria kurang dari 90 cm dan wanita di bawah 80 cm. Kalau lebih dari itu ada penumpukan lemak. Tekanan darah juga dijaga tidak lebih dari 140/90 mmHg, dan kolesterol dibawah 100 mg/dl.
Aktivitas fisik dan hobi
Upaya pencegahan selalu lebih ringan, baik biaya maupun risiko penyakit itu. Bagi yang memiliki keturunan penyakit jantung atau tidak, disarankan berjalan santai setiap hari atau minimal 5 kali seminggu selama 30 - 45 menit.
"Ketika jalan kaki masih bisa sambil ngomong berarti diteruskan. Tapi kalau sudah ngos-ngosan dan sulit untuk bicara, berhenti dulu," kata Santoso.
Jumlah langkah pun dapat dihitung. Setiap hari disarankan berjalan kaki sebanyak 10.000 langkah pada orang muda dewasa sehat. Untuk orang lanjut usia cukup 3.500 - 7.500 langkah.
"Jumlah langkah ini total kumulatif sehari. Jika sudah mencapai 10.000 langkah untuk orang dewasa sehat, sudah cukup sebagai pencegahan dan meningkatkan daya tahan tubuh," kata dokter yang biasa disapa Bang Santos itu.
Ia menambahkan, faktor stres menjadi faktor pencetus berbagai penyakit, termasuk jantung. "Ada penelitian, kematian pada orang yang merasa tidak berguna dan selalu merasa sendiri atau soliter lebih cepat dan lebih tinggi," kata Santoso.
Pasalnya, terjadinya stres mengeluarkan hormon yang menekan imunitas sehingga mudah terkena penyakit. Stres muncul karena masalah pekerjaan, rumah, atau kemacetan. Itu dapat ditangkal dengan berdoa dan berserah diri kepada Allah, jangan ngoyo, memaafkan, jangan terburu-buru, serta memiliki hobi.
"Kalau punya hobi, misalnya memelihara ikan, atau burung, baru melihat burungnya bisa bersuara sudah senang. Mengelus-elus bulunya juga sudah senang dan nyaman. Stres menjadi hilang. Punya hobi sangat mengurangi stres," tegasnya.
Hal itu diamini oleh duta jantung Indonesia, Susan Bachtiar (37). Model dan guru bahasa Inggris itu mengatakan, menjadi duta selain mendapat pengetahuan mengenai bahaya, upaya penanggulangan, dan pencegahan penyakit jantung.
Upaya pencegahan yang dilakukan Susan adalah berusaha tidak stres dan mencari hobi baru.
"Saya punya hobi biar tidak jenuh. Sekarang ini motret dan suka binatang. Tapi kalau lagi jenuh, ganti dengan mengerjakan kristik. Kalau sudah jenuh cari lagi pokoknya yang bikin senang dan membuat kepuasan serta kenyamanan sendiri," kata Susan.
Sementara Marcelino Lefrandt (36) yang juga menjadi duta jantung Indonesia mengatakan, selama ini berupaya menjaga pola makan dan banyak olahraga. Terlebih secara genetik, orangtuanya 'mewariskan' penyakit itu.
"Ibu saya diabetes, ayah saya darah tinggi. Dengan genetik seperti itu, saya terpacu untuk menjalani hidup sehat tapi harus tetap enjoy," kata suami dari model Dewi Rezer itu.
Marcelino juga tidak merokok dan banyak bergerak. Selain berolahraga, menjaga anak semata wayangnya juga turut menambah gerakan dan dimasukkan dalam kategori hobi.
"Stres dapat dihindari dengan hobi. Kalau saya mengurus anak, mengganti diaper juga hobi dan exercise (latihan). Anak kan bergerak terus nggak bisa diam. Tidak harus ibunya saja yang merawat tapi bapaknya juga," kata Marcelino.
Selain merawat anak, Marcelino juga memiliki hobi membaca komik, koleksi figur tokoh komik, serta senang binatang.
Santoso mengatakan, berdasarkan penelitian Friedman dan Rosenman, orang dengan tipe A adalah orang yang cenderung memiliki sifat kompetitif, tidak sabaran, agresif, dan mudah marah cenderung mudah terserang stres.
Pola hidup dan kerja dengan tingkat stres tinggi karena tidak dapat mengelola waktu dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Seperti nyeri di dada atau angina pektoris.
Hal itu juga dapat mengakibatkan cedera pada dinding arteri dan pembentukan pembekuan dalam pembuluh darah.
"Bahkan beberapa penelitian terakhir juga ditemukan hubungan antara stres dan perubahan dalam kadar kolesterol. Hubungan itu menunjukkan peningkatan pesat dalam kadar lemak darah yang mengganggu kliring lemak tubuh," kata Santoso.
Cek up dan menyimpan Aspirin
Tindakan preventif lainnya adalah melakukan cek up secara reguler. Santoso menyarankan sebelum berusia 40 tahun, setiap lima tahun sekali melakukan cek up kesehatan.
Bila sudah berusia di atas 40 tahun, cek kesehatan yang disarankan setiap tahun. Hal itu penting karena sakit jantung bisa datang tiba-tiba. Dan bisa menyebabkan kematian mendadak.
Serangan jantung ditandai dengan rasa tertekan menjalar ke leher, seperti tercekik, keluar keringat dingin, nyeri di dada, dan punggung. Gejala itu bisa berlangsung sekitar 20 menit dan harus segera mencari pertolongan ke rumah sakit.
"Ketika serangan awal pada lima menit pertama sudah terasa, dan langsung ke rumah sakit untuk diberi pertolongan. Jika terlambat, kerusakan semakin parah dan bisa berujung kematian," kata Santoso.
Aspirin yang dikenal sebagai obat demam dan sakit kepala, bisa dijadikan pertolongan pertama. Berikan empat tablet Aspirin dan harus dikunyah-kunyah sampai halus sebelum ditelan.
"Obat ini harus dikunyah sebelum ditelan agar penyerapannya lebih cepat. Biasanya kalau ada pesta, tiba-tiba ada yang mengeluh dadanya sakit atau pingsan bisa diberikan Aspirin," kata Santoso yang selalu menyimpan beberapa tablet Aspirin di kantong celana atau baju.
Sebagai pengobatan jantung, Aspirin yang dijual bebas itu berfungsi memperlancar peredaran darah di jantung sehingga pembuluh darah tidak mengalami penyumbatan dan pecah.
Berdasarkan penelitian, Aspirin bisa mengurangi 20 persen kematian akibat serangan jantung. Di rumah sakit pun, sebagai pertolongan pertama, pasien jantung akan diberikan Aspirin selain oksigen, atau morfin. (Lilis Setyaningsih)