Selasa, 7 Februari 2012
Bursa EUROPE :FTSE 100* 5892.20 turun -8.87 atau -0.15% |DAX 6764.83 turun -1.84 atau -0.03%              Bursa U.S :DJIA 12845.13 turun -17.10 atau -0.13% |Nasdaq 2901.99 turun -3.67 atau -0.13%              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Seks & Seksi  |  Bugar
Senin, 23 Agustus 2010 | 11:59 WIB
Berpuasa Tetap Bugar, Olahraga dan Makanan Tepat
Ilustrasi senam pagi -- nursyifa.hypermart.net

BERPUASA jangan dijadikan alasan untuk tidak melakukan olahraga. Olahraga di bulan Ramadan banyak manfaat dan sayang jika dilewatkan.

"Olahraga adalah aktivitas yang sangat baik bagi kesehatan dan kebugaran. Berolahraga di bulan Puasa memberi manfaat detoksifikasi," kata dokter yang menekuni gaya hidup dan kebugaran, Dr Phaidon L Toruan MM, Rabu (18/8).

Dia mengatakan, olahraga membuat pergerakan usus menjadi lebih cepat, sehingga proses pembuangan sisa kotoran akan menjadi lebih baik. "Kombinasikan konsep ini dengan konsumsi serat. Serat akan membantu menyapu ampas makanan dari usus. Artinya, olahraga dan konsumsi serat akan memberi efek sinergi dalam hal detoksifikasi usus," katanya.

Selain itu, ketika berpuasa secara otomatis asupan makanan berkurang, maka volume sisa makanan juga berkurang. "Jadi, 3 in 1 dalam hal detoksifikasi usus. Catat, sebaiknya olahraga di sore hari, karena pergerakan usus yang cepat akan membuat lapar. Olahraga akan meningkatkan sirkulasi darah. Bisa 10 - 15 kali lipat," kata Phaidon.

Penulis buku Fat Loss Not Weight Loss itu membagi orang berdasarkan kebiasaan olahraganya, serta waktu yang tepat untuk berolahraga. Ada yang tidak pernah berolahraga, rutin berolahraga, dan atlet. Dari ketiga pembagian itu, hanya atlet yang tetap berolahraga seusai berbuka. Sementara yang tidak pernah dan rutin berolahraga termasuk yang memiliki penyakit tertentu, disarankan untuk berolahraga sesaat sebelum waktu berbuka.

Dia menjelaskan, bagi pemula yang tidak pernah olahraga, tapi mau ambil keputusan olahraga, disarankan untuk memulainya 30 menit sebelum buka. Sementara bagi yang bermasalah dengan penyakit, misalnya diabetes, sakit jantung, stroke, dan ternyata ingin olahraga untuk hidup sehat, konsultasi dulu dengan dokter. "Kalau perlu selalu siapkan tindakan pencegahan. Siapkan tensimeter digital dan obat yang diperlukan. Itu sebabnya perlu konsultasi," kata Phaidon.

Sementara yang biasa berolahraga, puasa bukan menjadi halangan. Apalagi tujuannya ingin mengurangi kegemukan. "Bila ingin fat loss, 45 menit -1 jam sebelum buka adalah waktu terbaik. Asalkan olahraganya bukan dengan intensitas tinggi," sarannya.

Bagi Atlet atau yang senang olahraga keras, waktu terbaik untuk mulai olahraga di bulan Ramadan adalah sekitar pukul 20.30. Bila buka puasa pukul 18.00 dan makan pukul 18.30, waktu dua jam sudah cukup bagi perut diajak untuk olahraga. Tubuh sudah mulai mengosongkan isinya. Khusus atlet, pastikan masuk cairan dulu sekitar dua liter, mulai dari buka sampai dengan mulai olahraga. Pasalnya, setelah 14 jam puasa tubuh berada dalam status dehidrasi.

"Jaga waktu olahraga maksimal 1,5 jam. Supaya tubuh tidak mengalami overtraining. Dan, jangan lupa, minimal satu liter air sampai waktu tidur masuk ke dalam tubuh," kata manajer Klub Fintess Point Roxy Square itu.

Selain olahraga, saat berpuasa harus menjaga makanan yang dikonsumsi. Disarankan untuk mengonsumsi makanan yang tepat agar tetap bugar saat berpuasa. Saat sahur mengonsumsi karbohidrat kompleks.

Karbohidrat kompleks lebih lambat dipecah menjadi gula darah, dan gula darah tidak mengalami fluktuasi yang tinggi. Gula darah menjadi stabil sangat membantu metabolisme energi tubuh. Jangan dilupakan buah dan sayuran saat sahur.

Alat pembersih utama dalam usus adalah serat tidak larut yang terdapat dalam sayuran. Sementara buah menyuplai antioksidan. Dan membantu detoksifikasi seluler. Phaidon memberikan contoh menu karbohidrat ideal sahur adalah ubi, jagung, singkong. oatmeal, roti gandum, nasi merah, dan buah-buahan.

"Kurangi gorengan karena gorengan membuat sel darah merah menggumpal. Akibatnya hantaran oksigen berkurang hingga 20 persen. Akibatnya ngantuk di siang hari," ujarnya.

Saat buka, berbukalah dengan yang manis. Idealnya yang manis datangnya dari yang alami. Kandungan gula pasir di dalam makanan dan minuman menyebabkan lonjakan gula darah. Manis yang ideal saat berbuka, misalnya gula aren, kurma, madu, gula stevia, atau buah segar. (Lilis Setyaningsih)

 

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved