Selasa, 7 Februari 2012
Bursa EUROPE :FTSE 100* 5892.20 turun -8.87 atau -0.15% |DAX 6764.83 turun -1.84 atau -0.03%              Bursa U.S :DJIA 12845.13 turun -17.10 atau -0.13% |Nasdaq 2901.99 turun -3.67 atau -0.13%              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Seks & Seksi  |  Bugar
Sabtu, 21 Agustus 2010 | 14:26 WIB
"Kota Aktif" Kurangi Angka Kegemukan
Istimewa

BEBERAPA peneliti AS telah mendapati bahwa warga yang tinggal di berbagai kota besar dengan lebih banyak trotoar dan jalur bersepeda cenderung lebih ramping.

Untuk memastikan bagaimana "kota besar yang aktif" mempengaruhi angka kegemukan, para peneliti di University of Tennessee (UT) menganalisis data dari semua 50 negara bagian AS dan 47 dari 50 kota terbesar di negara Paman Sam itu, bersama dengan data internasional dari 14 negara.

Meskipun data internasional meliputi persentase semua perjalanan yang dilakukan dengan berjalan kaki dan bersepeda, perbandingan kota dan negara bagian menggunakan persentase perjalanan ke tempat kerja yang aktif.

Mereka juga mengkaji kondisi diabetes, kegemukan dan kegiatan fisik secara keseluruhan.

Hasilnya memperlihatkan bahwa kota besar dan negara bagian yang memiliki lebih banyak jalur pejalan kaki dan bersepeda cenderung memiliki warga yang lebih ramping dibandingkan dengan berbagai lokasi tempat orang hanya mengandalkan angkutan mobil, dan tak aktif.

Angka orang yang berjalan kaki dan bersepeda dapat menjelaskan lebih dari separuh perbedaan pada angka kegemukan di kalangan negara.

Fasilitas tersebut juga menjelaskan sebanyak 30 persen perbedaan dalam angka kegemukan di kota besar serta negara bagian, demikian hasil studi yang diterbitkan edisi "daring" (dalam jaringan) pada Jumat (20/8) di American Journal of Public Health.

Negara bagian dengan lebih banyak orang yang berjalan kaki dan bersepeda memiliki persentase orang dewasa yang memenuhi tingkat kegiatan fisik yang dianjurkan, persentase lebih rendah orang dewasa yang kegemukan, dan persentase lebih rendah orang dewasa yang terserang diabetes, kata studi itu.

"Kota besar AS yang memiliki tingkat lebih rendah warga yang mengayuh sepeda adalah kota besar yang lebih baru yang terpengaruh oleh pengembangan desa, seperti Dallas, Ft. Worth, Arlington, Jascksonville, Nashville, Indianapolis, Oklahoma City dan Charlotte,: kata peneliti David bassett di Obesity Research Center, UT, sebagaimana dilaporkan kantor berita China, Xinhua.

Semua kota besar itu melaporkan hanya memiliki satu atau dua persen perjalanan ke kantor yang melibatkan perjalanan aktif, kata Bassett.

Kota besar yang memiliki tingkat paling tinggi masyarakat aktif dan angka kegemukan yang lebih rendah cenderung sebagai kota besar AS yang lebih tua dengan sistem transit publik yang berkembang baik di Northeast --Boston, New York dan Washington, D.C.-- dan di West Coast (Seattle serta San Francisco.

Lebih dari 10 persen perjalanan ke tempat kerja di semua kota besar itu melibatkan jalan kaki atau bersepeda, kata Bassett. (Ant/apr)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved