
Menteng, Warta Kota
Penerbit Masup Jakarta kembali menggelar Program Wisata Masup Jakarta. Bertepatan dengan masa puasa Ramadhan 1431 atau tahun 2010 M ini program ini akan mengajak masyarakat untuk Ngabuburit di Menteng Buurt alias berwisata di kawasan Menteng.
Wisata Masup Jakarta merupakan kegiatan wisata mengunjungi situs sejarah yang bertitik tolak dari buku sejarah, novel sejarah, otobiografi atau bahan tertulis lainnya yang mengandung informasi sejarah terkait.
Menurut JJ Rizal, pendiri dan pimpinan Komunitas Bambu, kegiatan ini dilaksanakan oleh Masup Jakarta, penerbit di bawah lembaga Komunitas Bambu yang khusus menerbitkan buku-buku bertema sejarah-budaya Jakarta sejak 2006. "Sebab itu moto dari kegiatan ini adalah Kenali Jakartamu Melalui Buku," ujar Rizal kepada Warta Kota, Kamis (19/8).
Terkait acara Wisata Masup Jakarta kali ini, yakni Ngabuburit di Menteng Buurt, Rizal menjelaskan, kawasan Menteng merupakan kawasan yang sangat menarik dalam sejarah Indonesia, khususnya sejarah Jakarta hingga hari ini. Kawasan Menteng dibangun pada tahun 1920-an dan dirancang sebagai kota taman pertama di Hindia Belanda.
"Kekhasan bangunan dengan gaya rumah Eropa dan kehidupan masyarakat Menteng Buurt pasca hengkangnya kaum ras putih pada awal 1960-an menjadi hal menarik untuk diceritakan sambil menunggu waktu berbuka puasa," kata Rizal, yang dikenal sebagai peneliti dan penulis buku-buku sejarah dan budaya Jakarta dan Betawi ini.
Bangunan museum yang berlokasi di Nassau Boulevaard, misalnya, memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia sebagai tempat merumuskan naskah proklamasi. Rumah yang sempat ditinggali Laksamana Maeda ini memiliki bunker di halaman belakangnya.
"Tentunya menarik jika melongok sejenak bunker yang sengaja dibuat untuk tempat berlindung pada masa pendudukan Jepang," tutur Rizal.
Selanjutnya peserta akan diajak bertandang ke Bappenas. Gedung ini menurut Rizal juga acap disebut sebagai Gedung Setan. "Bukan berarti bangunan ini banyak setannya. Sebutan rumah setan berasal dari penyebutan Loge atau rumah pertemuan para vrijmetselaar," tuturnya lagi.
Setelah bappenas peserta akan diajak melintasi rumah yang dibangun pada 1928 yang kemudian sejak 1956 resmi menjadi milik Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS). Dari rumah Kedubes AS peserta akan diajak masuk ke jalan yang sempat menjadi “jalan keramat”, yakni jalan kediaman mantan Presiden Suharto yang menjadikan jalan tersebut selalu di jaga oleh tentara.
Setelah itu sejenak peserta akan beristirahat di Taman Situ Lembang. Taman ini merupakan salahsatu taman tertua di Jakarta. Tak jauh dari sana ada Voetbalbond Indiesche Omstreken atau V.I.O.S Veld atau lebih dikenal dengan Lapangan Sepak Bola Persija – Menteng. Lapangan ini telah ada sejak 1920an.
Titik terakhir Wisata Masup Jakarta ialah Taman Surapati. Di sana peserta akan berbuka puasa dengan kue-kue khas Belanda; bitter ballen dan klapertart. "Dijamin maknyus,"kata Rizal menirukan ungkapan terkenal dunia kuliner yang diperkenalkan Bondan Winarno di sebuah stasiun televisi. (Willy Pramudya)
Jadwal Wisata Masup Jakarta Khusus Bulan Ramadhan
Hari/Tgl : Minggu, 22 Agustus 2010
Waktu : 15.00 – 18.00 WIB
Tempat Berkumpul : Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Lokasi Akhir : Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Pendaftaran terkahir 19 Agustus 2010 pukul
Biaya : Reguler Rp. 120.000
Khusus Anggota Pembaca Komonitas Bambu Rp. 108.000
Khusus Rp. 170.000
Fasilitas Peserta:
1. Pemandu dan tukang cerita
2. Buku Jakarta 1960-an; Kenangan Sebagai Mahasiswa karya Firman Lubis
seharga Rp. 60.000
3. Buku Pasar Gambir, Komik Cina dan Es Shanghai; Sisik Jakarta 1970
karya Zeffry Al-Katiri seharga Rp. 45.000
4. Kue Pesor dan Kue khas Belanda; Klapertart dan Bitter Ballen.
5. Teh Manis (hangat/dingin)
6. Air mineral
7. Handout
8. ID Card
9. Pin unik
10. Stiker menarik
Pendaftaran dan Pembayaran
Transfer ke BCA Wisma Asia no.rek. 084 006 1175 atas nama Rizal.
SMS ke Nana: 081385430505 (SMS Only) untuk mendapatkan nomor
urut pendaftaran, kemudian transfer ke rekening di atas.