
Milan, Selasa
Valentino Rossi akhirnya mengumumkan rencananya untuk membela Ducati, usai balapan di Brno, Minggu (15/8).
Benarkah kepindahannya itu lantaran Yamaha, tim yang dibelanya sejak 2004, telah mengecewakannya? Rossi merasa tak dibutuhkian lagi oleh Yamaha.
"Saya kira seorang pebalap Italia di atas motor Italia akan sangat menarik minat para penggemar balap negeri kami. Ini merupakan tantangan baru yang sangat menarik. Terutama adalah saat saya sadar bahwa saya sudah tidak berhubungan dengan Yamaha," tutur Rossi.
"Situasi berubah sejak 2004. Yamaha telah memiliki banyak pebalap hebat dan mereka tidak membutuhkan saya lagi," imbuhnya.
Saat ini Yamaha memiliki pebalap Spanyol, Jorge Lorenzo, yang kini memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia motogp tersebut.
Pihak Yamaha sendiri mengaku kecewa dengan keputusan 'The Doctor'. Managing Director Yamaha, Lin Jarvis, mengatakan, "Sayang sekali keputusan (Rossi) adalah pergi dan membela Ducati tahun depan. Kemarin adalah hari yang menyedihkan."
Meski terbersit ada rasa kecewa yang dialami Rossi, tetap saja spekulasi kepindahannya bermunculan. Salah satunya, terkait nilai kontrak yang ditawarkan Ducati.
Namun, Presiden Ducati, Gabriele del Torchio, punya pandangan yang berbeda. Menurutnya, Rossi pindah ke Ducati karena memiliki hubungan yang kuat dengan manajer umum pabrikan Italia tersebut, Filippo Preziosi.
"Saya yakin bahwa alasan utamanya (Rossi pindah ke Ducati) adalah hubungan yang sudah terbentuk lama dengan Filippo Preziosi. Saya percaya, ini adalah faktor kuncinya. Ini bukan menyangkut uang," ujar del Torchio.
Di sisi lain, del Torchio berharap Yamaha melepas Rossi pada akhir tahun, meski itu mutlak keputusan mereka. Apalagi Ducati telah melepas Casey Stoner untuk mengendarai Honda di musim mendatang.
Lalu siapa pendamping Rossi? "Akan ada pebalap kedua dan kami sedang dalam pembicaraan dengan Nicky Hayden. Saya yakin, kami akan mendapatkan sebuah kesepakatan dengannya, meskipun kami belum menandatangani apa pun," kata del Torchio. (Fred Mahatma TIS)