Selasa, 7 Februari 2012
Bursa EUROPE :FTSE 100* 5892.20 turun -8.87 atau -0.15% |DAX 6764.83 turun -1.84 atau -0.03%              Bursa U.S :DJIA 12845.13 turun -17.10 atau -0.13% |Nasdaq 2901.99 turun -3.67 atau -0.13%              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Kota Hijau  |  Berita Hijau
Selasa, 17 Agustus 2010 | 15:40 WIB
Masyarakat Pesisir Mebutuhkan Bantuan Bibit Mangrove
Kompas/Wisnu Widiantoro

Bandar Lampung, Warta Kota

Peraih penghargaan bidang penyelamatan lingkungan hidup dari Provinsi Lampung, Muhammad Syahril, berharap bantuan pemerintah untuk melestarikan mangrove (bakau) di seluruh wilayah Lampung.

"Saya berharap pemerintah dapat ikut membantu, minimal dalam pengadaan bibit mangrove, agar proses penanaman kembali dapat berlangsung optimal di seluruh wilayah pesisir Lampung," katanya, usai mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi di Stadion Pahoman Bandarlampung, Selasa (17/8).

Penerima penghargaan dari Pemprov Lampung untuk kategori penyelamatan lingkungan hidup, pada 5 Juni 2010 ini mengatakan, pelestarian dan penanaman kembali mangrove selama ini banyak berlangsung secara swadaya oleh masyarakat yang tinggal di sekitar hutan mangrove.

"Mereka melakukan pengumpulan dana secara sukarela untuk melakukan penanaman mangrove di wilayahnya. Meski demikian, setiap penanaman dapat mencapai 10.000 bibit," kata Syahril.

Muhammad Syahril adalah Ketua Badan Pengelolaan Daerah Perlindungan Mangrove (BPDPM) Kabupaten Pesawaran, yang didirikan secara swadaya oleh masyarakat dengan pendampingan dari LSM Mitra Bentala, di Desa Pulau Pahawang Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Sejak kelompok itu berdiri, Syahril mengaku seluruh proses penanaman dan pelestarian mangrove didanai secara swadaya oleh anggota BPDPM, yang totalnya saat ini berjumlah 16 orang.

"Mereka semua adalah nelayan dan petani kebun di Pulau Pahawang yang peduli terhadap kelestarian hutan bakau di wilayahnya," kata Syahril.

Sejak berdiri, sudah sekitar 2 hektare hutan bakau berhasil ditanam kembali oleh BPDPM Pesawaran.
"Untuk pengadaan bibitnya kami adakan sendiri, sementara untuk bantuan kami mendapatkan bantuan perahu untuk melakukan pengawasan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pesawaran," kujarnya menjelaskan.

Selama ini penanaman kembali mangrove pada hutan bakau yang rusak berlangsung setiap enam bulan secara reguler. "Apabila lebih banyak bibit yang bisa diberikan, tentunya penanaman dapat berlangsung lebih sering," katanya.

Upaya Syahril mendapat pujian dan perhatian khusus dari LSM Mitra Bentala, yang selama ini melakukan pendampingan terhadap BPDPM.

"Apa yang dilakukan Pak Syahril dan teman-teman BPDPM Pesawaran patut diacungi jempol karena murni merupakan inisiatif warga," kata Direktur Eksekutif LSM Mitra Bentala, Herza Yulianto.

Menurut dia, Syahril dapat disebut sebagai pahlawan bagi sekitarnya, dan upayanya dapat ditiru oleh warga di wilayah lain untuk menyelamatkan lingkungan mereka.

"Saya rasa sikap Syahril dan BPDPM layak diapresiasi sebagai sebuah patriotisme baru di era reformasi, dan sikap seperti itu harus terus ditumbuhkan," kata Herza. (Antara/ink)
 

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved