Selasa, 7 Februari 2012
Bursa EUROPE :FTSE 100* 5892.20 turun -8.87 atau -0.15% |DAX 6764.83 turun -1.84 atau -0.03%              Bursa U.S :DJIA 12845.13 turun -17.10 atau -0.13% |Nasdaq 2901.99 turun -3.67 atau -0.13%              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Mal  |  Tren
Minggu, 18 Juli 2010 | 15:25 WIB
Harga Cabai Merah Mulai Turun
Pedagang Khawatir Selama Puasa Naik Lagi
theglobal-review.com

Cikini, Warta Kota

Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Jakarta dan sekitarnya mulai menurun sejak Sabtu (17/7). Pasalnya, panen cabai di daerah-daerah penghasil cabai mulai membaik sehingga pasokan pun mulai lancar.

Meskipun demikian sejumlah pedagang sayur-mayur mengeluh karena belum semua jenis cabai harganya menurun. Harga cabai merah masih tetap tinggi hingga Sabtu.

Pantauan Warta Kota di Pasar Induk Kramat Jati menunjujkkan, berbagai jenis cabai turun antara Rp 5.000 - Rp 10.000 per kilogram (kg). Turunnya harga cabai di Pasar Induk juga mendorong para pedagang di pasar tardisonal menurunkan harga.

"Tapi kalau cabai merah di (Pasar) Induk masih Rp 40.000 per kilo, kita jualnya Rp 45.000 per kilo," kata Linda, pedagang sayur-mayur di Pasar Palmerah. Hal senada juag dikemukakan oleh pedagang sayur-mayur lainnya di Pasar Palmerah, Robi di Pasar Pisang, dan Yati di Pasar Kebayoran Lama.

Hingga Jumat (16/7) lalu di Pasar Induk Karmat Jati cabai merah kriting masih dilepas pada harga Rp 35.000 per kg; rawit merah Rp 37.000 per kg; rawit hijau Rp 20.000 per kg; hijau keriting Rp 15.000 per kg; dan merah besar Rp 40.000 per kg

Sementara di pasar-pasar tradisional cabe merah keriting dijual pada harga Rp 40.000 per kg; rawit merah antara Rp 40.000 - Rp 45.000 per kg; rawit hijau Rp 25.000 per kg; merah besar Rp 40.000per kg; hijau keriting Rp 20.000 per kg.

"Cuma cabai hijau yang harganya lumayan. Di Pasar Induk cabai hijau besar bisa Rp 12.000 per kg ," kata Robi. Hanya saja di pasar-pasar tardisional harga cabai hijau besar tak berbeda dengan cabai hijau keriting, yakni 20.000 per kg.

Sabtu lalu Pemerintah memperkirakan harga cabai merah secara nasional akan mengalami penurunan mulai Agustus mendatang. Pasalnya pada bulan Agustus dan September, sejumlah daerah penghasil cabai mulai memasuki masa panen.

"Jadi diharapkan kondisi ini tidak akan berlangsung lama," ujar Sekretaris Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo dalam acara diskusi Radio Trijaya bertajuk 'Sembako Melejit, Rakyat Menjerit' di Restoran Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (17/7)

Namun para pedagang tetap mengaku khawatir bahwa harga cabai akan kembali naik selama bulan Puasa Ramadan hingga Lebaran. Sebab pada masa-masa tersebut harga berbagai komoditas pangan termasuk cabai lain selalu meningkat.

"Saya dengar Puasa turun. Mudah-mudahan bener. Tapi biasanya bulan Puasa sampai Lebaran semua harga naik termasuk cabe," kata Robi.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu pun memperkirakan, menjelang Ramadan, harga bahan pokok, khususnya cabai merah, bisa saja mengalami kenaikan akibat faktor cuaca.

"Ini kan pengaruh musim, harusnya sudah musim kering tapi hujan masih turun. Itu faktor utama cabai dan bawang merah naik. Kita harap setelah Juli ini musimnya normal dan tidak ada gejolak di bulan Ramadan," kata Mari Elka Pangestu, seusai menghadiri rapat di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (9/7)

Selanjutnya, kata Mari, pada masa Lebaran harga bahan-bahan yang naik ialah daging dan ayam. "Yang penting dan harus kita jaga adalah harga beras. Kalau harga beras naik maka bisa mempengaruhi inflasi langsung kepada masyarakat," pungkasnya. (Willy Pramudya)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved