
Palmerah, Warta Kota
Tuntas sudah perjalanan tim Jelajah Sepeda Surabaya-Jakarta yang digelar dalam rangka HUT Kompas. Beriringan bersama sekitar 500 pesepeda dari berbagai komunitas, tim inti yang terdiri dari 30 orang tiba di kantor Kompas, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (4/7).
Turut serta dalam rombongan Direktur Trans TV Ishadi SK dan Redaktur Pelaksana Kompas Budiman Tanuredjo.
Di kantor Kompas telah berkumpul ribuan massa bersepeda lainnya menyambut kedatangan rombongan bersama CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo.
Tim melepaskan kelegaan setelah menyelesaikan perjalanan panjang 1.200 kilometer dari Surabaya, antara lain dengan mencukur kumis dua anggota tim.
Keduanya, Purwoko dan Nugroho F Yudho yang berkumis memutih telah bernazar setibanya di Jakarta akan mencukur habis kumis mereka. Maka satu persatu anggota tim mencukur kumis kedua anggota tim yang berusia di atas 50 tahun tersebut.
Dalam sambutannya, CEO KG Agung Adiprasetyo mengatakan, tim telah melakukan apa yang sebelumnya tampak mustahil.
Dengan menyelesaikan perjalanan Surabaya-Jakarta, tim mematahkan segala bentuk keraguan yang sempat muncul mengingat keberagaman latar belakang anggota tim dan usianya.
Anggota tim tertua adalah Samsul Hadi dengan usia 56 tahun, sedangkan lima anggota tim lainnya berusia di atas 50 tahun.
”Dengan selesainya misi ini tim telah mewujudkan kemustahilan berkat semangat dan kerjasama tim yang baik,” tutur Agung.
Di halaman kantor Kompas, digelar serangkaian acara bertajuk Bike Nation berupa atraksi para atlet BMX serta gelaran pasar aksesoris dan perlengkapan bersepeda. Panggung hiburan diisi penampilan sejumlah artis Ibu Kota.
Pada malam sebelumnya, tim berkumpul dan berdiskusi mengenai perjalanan panjang yang telah dilakukan. Dalam diskusi terungkap, seluruh anggota tim merasa bangga telah menyelesaikan perjalanan.
”Pengorganisasian perjalanan sangat baik, termasuk fasilitas yang disediakan serta kerjasama tim. Kita datang dari beragama latar belakang tetapi bisa menyatu dalam tim ini dengan toleransi yang tinggi dan saling menghargai satu sama lain,” tutur Luqi Bawafi, anggota tim dari Bank Mandiri Club Cycling.
Nugroho F Yudho, GM Humas KG, mengatakan, apa yang dilakukan anggota tim dalam menempuh perjalanan panjang itu luar biasa.
”Kita berhasil melalui berbagai rintangan yang berat di jalan hingga tiba dengan selamat adalah berkat kerjasama tim yang luar biasa, apalagi kita ini bukan atlet, orang awam yang mencintai sepeda,” tuturnya.
Budi Klasik dari Komunitas JPG meminta, ke depan panitia sebaiknya juga melibatkan pesepeda dari kalangan perempuan. ”Sebab, tidak ada gender dalam bersepeda kan,” tuturnya.
Ketua Tim Tjahja Gunawan berharap, tali silaturahmi yang telah terjalin di kalangan komunitas sepeda tidak berhenti setelah perjalanan panjang usai. Perjalanan tersebut justru harus menjadi ikatan yang kuat untuk menyebarkan semangat bersepeda ke masyarakat yang lebih luas. (Max Agung Pribadi)