
Jangan lupa untuk datang ke Kota Tua pada Sabtu (13/3), dan siap-siap ternganga di Taman Fatahilah malam? Sebuah tayangan video tiga dimensi akan diproyeksikan ke fasade atau dinding muka Museum Sejarah Jakarta (MSJ).
Bocoran dari salah satu artis pembuatnya, Mathias Kispert, penonton akan dibawa ke masa saat lahan yang terletak di koordinat 6 derajat 18'6.8"Lintang Selatan (LS) dan 106 derajat 53'47.2" Bujur Timur (BT) ini masih berupa hutan dan rawa-rawa bagian dari Jayakarta, tempat monyet, biawak, dan buaya berkeliaran.
Lalu penonton diajak merasakan suasana waktu Jan Pieterszoon Coen berkantor di gedung Stadhuijs itu, di mana dia berkantor mengenakan baju kebesarannya yang rapat meski pun udara Batavia saat itu panas dan tingkat kelembabannya tinggi.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke waktu-waktu yang lebih maju lagi, sampai akhirnya seperti apa kawasan itu di masa depan. Apakah gedung MSJ yang berdiri dari tahun 1710 itu masih ada, atau kembali menjadi hutan dan rawa-rawa karena kawasan itu ditinggalkan oleh penghuninya.
Yang membedakan film ini dari film-film dokumenter lainnya adalah cara film ini ditayangkan. Layarnyanya bukan bidang datar yang putih-rata, melainkan bangunan MSJ lengkap dengan jendelanya, pintunya, pilarnya, tangganya, dan menaranya.
"Bangunan sekarang bisa dipakai menjadi media memproyeksikan film dan memicu kreativitas. Event ini memang dibuat untuk membuka cara berpikir bahwa orang kreatif bisa memanfaatkan semua media, termasuk bangunan," kata Kispert.
Dengan memanfaatkan detail-detail arsitektur bangunan, maka seorang artis video membuat karyanya menjadi lebih menarik dari sekadar film tiga dimensi di layar bioskop. Mereka memanfaatkan cahaya dan bayangan pada bangunan untuk membuat film itu lebih hidup dan memberi pengalaman lebih. Maka seni visual ini diberi nama Video Mapping.
Namun yang lebih penting lagi, tujuan dari penayangan film yang cukup mahal ini adalah mengubah cara pandang masyarakat terhadap ruang publik. Tempat umum bukan lagi hanya sebagai tempat berkumpul tapi bisa menjadi ajang berkreasi.
"Makanya film ini ditayangkan di ruang publik bukan di bioskop," kata Adi Panuntun, yang menggagas penayangan Video Mapping ini. Makanya kegiatan ini diberi nama Transformation Public Space.
Harapan Adi dan Kispert, tayangan Video Mapping mampu menggugah penontonnya untuk menghasilkan sebuah karya, meskipun kecil, namun dapat dinikmati orang lain.
"Saya kepingin mereka pulang dari sana akan berpikir, 'Mereka bisa, saya pasti juga bisa," kata Adi.
Ya, tayangan ini memang ingin memunculkan agen perubahan baru. Makanya, jangan lupa datang ke Kota Tua malam ini, dan pulang dengan membawa pengalaman baru. (AC Pingkan)
Jadwal kegiatan Transformation Public Space
| 8.00-12.00 |
Workshop "Creative Programme Development and Management of Creative Spaces" | Ruang Etnografi Museum Sejarah Jakarta |
* Caroline Norbury (Chief Executive - South West Screen) |
|
| 13.00-17.00 |
Workshop "How Filmmakers and Creative Talents Reinforce City Spaces Transformation" | Ruang Etnografi - MSJ | * Caroline Norbury (Chief Executive - South West Screen) * Derrick Price (Chairman - Watershed Media Centre) * Mathias Kispert (Sound Director - Fuse) * Sakti Parantean (Director Fictionary Films) * Bambang Eryudhawan (Vice Chairman IAI Nasional) |
|
| 09.00-17.00 |
UK & Indonesian film screenings | Audio Visual Room - Museum Wayang | * Matthias Kispert | |
| 16.00-18.00 * Chevening alumni |
Chevening Alumni Gathering | Ruang Utamal - Museum Seni Rupa & Keramik | ||
| 16.00-17.30 |
Konferensi pers | Ruang Etnografi (extension) - MSJ | * Michael Faulkner (Creative Director - F-Fuse * Adi Panuntun (Director Sembilan Matahari Film) * Keith Davies (Director - British Council) * Aurora Tambunan (Deputy Assistant of Governor of Jakarta) * Representative from Kadin Jakarta |
|
| 18.30-19.00 |
Music Performance: Band | Fasade MSJ | Angel Percussion | |
| 18.30-19.00 |
Marching Band & Fire dance performance | dari Museum Bank Mandiri ke Taman Fatahilah | * Fire dancers * Museum Mandiri Marching Band | |
| 19.00-19.15 |
Parade Tanjidor | dari Museum Seni Rupa ke tempat duduk VIP lalu ke panggung Tanjidor Group | ||
| 19.15-19.25 |
Opening Speech | Teras MSJ | * Keith Davies (BC Director) * Representative of KADIN Jakarta * Fauzy Bowo (Governor DKI Jakarta) |
|
| 19.15-19.20 | LOI Signing | Teras MSJ | * Keith Davies (BC Director) * Fauzy Bowo (Governor DKI Jakarta) |
|
| 19.25-19.30 |
Peluncuran program "Jakarta Punya" | Teras MSJ | Fauzy Bowo (Governor DKI Jakarta) | |
| 19.30-19.45 | Penayangan Video mapping | Fasade MSJ | ||
| 19.45-20.05 | Behind The Scene | Teras MSJ |
|
|
| 20.05-20.25 | Angel Percussion | Panggung | Angel Percussion | |
| 20.25-20.40 | Winner announcement | Teras MSJ | * Representative of BC * Representative of KADIN Jakarta * Representative of Kompas.com |
|
| 20.40-20.55 | Video mapping screening | Teras MSJ | ||
| 20.55-21.15 | 4 Peniti performance | Performance on stage | 4 Peniti |