Kamis, 29 Juli 2010
Sudin Pariwisata Jakpus menggelar Festival Jajanan Khas Betawi dan Festival Jalan Jaksa pada 30 Juli-1 Agustus 2010 di Jalan Jaksa, Menteng              Pemprov DKI segera membatasi sepeda meotor melintas di kawasan-kawasan tertentu di Jakarta              Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis bebas kepada dua janda pahlawan              
Home  |  Kriminal  |  Warta Kriminal
Jumat, 12 Maret 2010 | 14:08 WIB
Dulmatin Dielu-elukan
Warta Kota/Henry Lopulalan

Pemalang, Warta Kota

TIDAK kurang dari 5.000 orang pelayat menghadiri prosesi pemakaman tersangka teroris Dulmatin. Sejak kedatangan jenazah di rumah duka di Kelurahan Petarukan, Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang, salah satu jempolan bom Bali 2002 tersebut selalu dielu-elukan.

Setelah disemayamkan sekitar 4 jam di rumah orang tua Dulmatin, pasangan H Jazuli dan Hj Masniyati, di Jalan Garuda Petarukan, jenazah lelaki yang bernama kecil Joko Pitono dan kemudian saat remaja berganti nama menjadi Amar Usman tersebut dishalatkan pada Jumat (12/3) pukul 07.00.

Dulmatin disalatkan di Masjid Agung (Besar) Petarukan, dan kemudian diarak menuju pemakaman keluarga besar Alm H Sofi (kakek Dulmatin) Makam Dowo di Desa Loning, sekitar 5 km dari Kelurahan Petarukan.

Jasad Dulmatin yang pada saat diantar dari RS Polri Soekanto dimasukkan ke dalam peti mati, oleh keluarga dikeluarkan dari peti. jenasah hanya ditutupi oleh kain kafan saja. Sedangkan peti matinya dibuang. Dia dibawa dengan menggunakan mobil Toyota Kijang diikuti dengan konvoi ratusan mobil dan motor pelayat.

Sepanjang jalan menuju pemakaman terasa sekali suasana duka para pelayat. Mereka terus meneriakkan takbir ”Allahu Akbar”. Sesekali mereka juga meneriakkan ”Polisi Kafir,” seakan tidak takut terhadap ratusan polisi yang mengawal di sepanjang jalan.

Tidak seperti beberapa tersangka teroris yang mayatnya ditolak dimakamkan di daerah masing-masing, jenazah Dulmatin justru menjadi tontonan masyarakat setempat. Ribuan warga Loning yang melihat prosesi pemakaman juga turut membuat sesak pekuburan.

Heri, tokoh masyarakat Loning mengatakan masyarakat Loning menerima Dulmatin dimakamkan di wilayah tersebut karena selama ini Dulmatin tidak memiliki masalah dengan masyarakat setempat. Bahkan pada masa kecilnya yang banyak dihabiskan di tempat tersebut, Dulmatin dikenal sebagai sosok yang tidak pernah menyakiti hati teman-temannya. ”Masyarakat Loning terbuka terhadap pemakaman Amar,” kata Heri.

Di desa itu, kakek Dulmatin, Alm Sofi, adalah tokoh masyarakat yang juga dikenal kaya raya. Bahkan dipercaya Sofi pernah menjadi orang paling kaya di Kabupaten Pemalang, karena memiliki sawah dan perkebunan seluas ratusan hektar pada masa lalu. (Persda Network/ewa)

Share on Facebook
A A A
hd
Minggu, 16 Mei 2010 | 04:44 WIB
yang mengelu-elukan tu dah kblinger,kl benci amerika kenapa yg dirusak negeri sendiri itu nmanya mlh penghianat bangsa,harusnya kl benci amerika sono brngkat aj ke amerika,ktnya dh pnjahat internasional?tp knp ngerinya sendiri yg diteror?
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved