
Cempakaputih, Warta Kota
PULUHAN siswa SMK Negeri 39 Cempakaputih, Jakarta Pusat, mengikuti pelatihan dasar tentang pelumas yang suasananya dibuat rileks dan menyenangkan. Pelatihan dengan berbagai games tersebut digelar sebuah produsen oli di SMKN 39, Kamis (11/3).
Sebanyak 50 siswa kelas II jurusan Mekanik Otomotif ini pada akhir pelatihan juga melakukan praktik penggantian oli pada sepeda motor mereka masing-masing. Pelatihan dimulai dengan pelajaran teori tentang dasar-dasar pelumas, sejarah oli, jenis-jenis, komposisi, kekentalan, aditif, dan lainnya. Menurut Teknical Support PT Topindo Atlas Asia, Yulfian, selama ini banyak mekanik mobil maupun sepeda motor yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang pelumas dan kegunaannya.
"Para siswa ini kan nantinya akan terjun ke dunia kerja, sehingga pengetahuan ini sangat mereka butuhkan," ujarnya. Dikatakannya, kegiatan yang kedua kalinya digelar di sekolah ini adalah bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap dunia pendidikan. Kegiatan ini akan digelar di 20 sekolah di Jawa, Bali, dan Lampung.
Menurut Yulfian, pelatihan yang diberikan ini tidak didapatkan di sekolah, antara lain tentang tingkat kekentalan oli dan jenis mesin, serta cara-cara membuka baut mesin, dan cara ganti oli yang benar. "Sehingga masalah-masalah oli seperti penguapan, oli berkerak, juga bisa dimengerti penyebabnya," ujarnya.
Para siswa mengaku sangat senang dan antusias dengan adanya pelatihan ini. Terlebih, mereka mendapat sertifikat, dan oli gratis untuk sepeda motor mereka.
Kepala SMKN 39 Adi Purwantoro mengatakan, pelatihan ini diharapkan bisa lebih meningkatkan keterampilan siswa tentang mesin dan oli. Selain itu, siswa secara tidak langsung juga dilatih untuk berjiwa wirausaha, "Karena mereka paling tidak bisa mengganti oli untuk motornya sendiri, keluarga mereka, lingkungan mereka, kita juga ada mata pelajaran wirausaha," ujarnya.
Pasalnya, lapangan pekerjaan yang terbatas bagi lulusan SMK tidak bisa menampung jumlah lulusan. Untuk itu, siswa dipersiapkan bukan saja untuk siap bekerja, namun siap berusaha sendiri. Kerja sama dengan industri, lanjutnya, sudah sering dilakukan pihak sekolah bekerja sama dengan produsen oli dan produk otomotif lainnya, termasuk mobil dan sepeda motor. (Ahmad Sabran)