Minggu, 5 Februari 2012
Bursa EUROPE :FTSE 100* 5796.07 naik 5.35 atau 0.09% |DAX 6655.63 naik 38.99 atau 0.59%              Bursa U.S :DJIA 12705.41 turun -11.05 atau -0.09% |Nasdaq 2859.68 naik 11.41 atau 0.40%               Transjakarta mogok di depan RS Dharmais akibatnya arus lalin S Parman arah Slipi tersendat. (TMC)              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Inspirasi Usaha  |  UKM
Senin, 8 Maret 2010 | 09:31 WIB
UKM Tak Terganggu ACFTA
Warta Kota/ Ichwan Chasani

Bekasi, Warta Kota

PULUHAN usaha kecil dan menengah (UKM) yang memproduksi boneka di wilayah Bantargebang, Kota Bekasi, tetap eksis meskipun belasan produsen boneka berskala besar telah bertumbangan. Permintaan pasar terhadap aneka produk kerajinan di sejumlah perajin itu pun masih stabil dan belum terpengaruh perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA).

Sri Andoko, perajin yang membuka bengkel produksi di Kampung Ciketing, Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, mengatakan, permintaan pasar akan boneka produknya hingga kemarin masih stabil.

"Lumayan, ada saja pesanan yang datang," ujarnya saat ditemui Warta Kota, Sabtu (6/3).

Menurut Andoko, jumlah pesanan pada kurun Januari-Februari mencapai kisaran 6.000-8.000 pieces. Seratus persen boneka yang dia produksi diserap pasar dalam negeri. Salah satu konsumen tetapnya adalah pengelola kebun binatang besar di wilayah Bogor.

Andoko, yang sudah menggeluti dunia garmen selama sepuluh tahun, mencoba peruntungan di usaha pembuatan boneka sejak tiga tahun lalu. Bermula dari hanya mengoperasikan sebuah mesin bordir buatan Korea seharga sekitar Rp 500 juta, kini dia mampu membeli tiga mesin lainnya yang berkapasitas sama.

Kepala Bidang UKM pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi, Ali Budiman, mengatakan, UKM yang memproduksi boneka kecenderungannya justru menguat setelah belasan industri berskala besar yang memproduksi barang sejenis di Kota Bekasi bertumbangan.

"Dulu memang ada relasi antara UKM dan industri besar itu dengan skema inti-plasma. Setelah pabrikan yang menjadi inti bertumbangan, justru UKM yang menjadi plasma bisa lebih berkembang," tuturnya, kemarin. (Ichwan Chasani)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved