Minggu, 5 Februari 2012
Bursa EUROPE :FTSE 100* 5796.07 naik 5.35 atau 0.09% |DAX 6655.63 naik 38.99 atau 0.59%              Bursa U.S :DJIA 12705.41 turun -11.05 atau -0.09% |Nasdaq 2859.68 naik 11.41 atau 0.40%               Transjakarta mogok di depan RS Dharmais akibatnya arus lalin S Parman arah Slipi tersendat. (TMC)              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Senin, 8 Maret 2010 | 09:04 WIB
Darul Mahbar Lepas Jabatan Dirut, Bisnis Jahe
Warta Kota/Herry Sinamarata

DARUL Mahbar (37), Direktur Utama sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) nekat berhenti kerja untuk membangun usaha barunya di Jakarta. Kini, tindakan gila itu mulai berbuah manis.  

"Saya bersyukur telah memilih resign dari posisi Dirut (Direktur Utama) sebuah BPR di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Sebab, sekarang dengan berbisnis, saya bisa memiliki kebebasan waktu bersama keluarga," ujar Darul Mahbar, pemilik usaha Tri Agro Sukses, memulai percakapannya dengan Warta Kota di rukonya di Semanan Indah, Kalideres, Jakarta Barat, belum lama ini.

Bisnis yang dibangun Darul Mahbar bersama teman akrabnya, Sanusi, saat ini fokus pada usaha gula aren batok linggau dan minuman kesehatan herbal. Persisnya jahe merah instan, kunyit, dan temu lawak instan.

Darul mengaku, saat ini dia bersama keluarganya masih tinggal di rumah kontrakan. Tapi, katanya, dia sekarang merasa lebih sukses dibandingkan sebelumnya saat masih menjadi Dirut BPR.

"Bagi saya, waktu bersama keluarga merupakan sesuatu yang berharga. Sekarang, saya bisa nganter  anak  sekolah. Bisa jalan sama anak-istri, itu enggak perlu nunggu hari libur,” ujar Darul yang memiliki 10 karyawan.        

Pria kelahiran Musi Rawas, 23 Desember 1970, ini bersyukur dalam waktu dua tahun dia berhasil mendapatkan penghasilan dari bisnisnya melebihi gaji dan fasilitas Dirut BPR. "Dulu gaji saya sekitar Rp 7 juta per bulan. Gaji segitu di kampung kan besar. Tapi, gaji besar, pengeluaran juga besar. Begitulah gaya hidup karyawan. Ujung-ujungnya, utang banyak," ujarnya.      

Menurut Darul, langkah resign itu dianggap banyak temannya sebagai tindakan tidak rasional dan nekat. Apalagi saat membuat keputusan itu dia belum memiliki rencana apa-apa. Yang terpikirkan, pokoknya ke Jakarta mau bisnis.

Tidak heran, banyak orang yang berpikiran negatif terhadap keputusan Darul. Beruntung, istrinya bisa memahami dan mendukung tindakannya. Itulah yang membuat pendiran Darul semakin kokoh.

"Saya akui, modal saya ketika itu, hanya keyakinan dan nekat. Bukan uang. Saya juga percaya Sanusi yang ngajak saya berbisnis di Jakarta. Saya yakin, kalau niat kita baik, Allah pasti akan memberi kita jalan," ujar Darul mengemukakan prinsip hidupnya.

Darul mengakui, tidak semua orang mau mengambil tindakan nekat dan penuh resiko seperti yang dilakukannya. "Saya akui, nggak semua orang berani, berhenti kerja tanpa persiapan  seperti saya. Tapi kan karakter manusia beda-beda. Jadi, ini bukan masalah benar atau salah,"tambahnya.

Dicurangi teman

Datang merantau ke Jakarta tanggal 23 Februari 2008, Darul Mahbar seperti memulai hidup baru.

Sekitar tahun 1995, dia mulai karir di BPR Sindang Binaharta sebagai account officer.  Berkat kerja keras, kariernya terus menanjak hingga tahun 2005 menjadi Dirut BPR. Tiga tahun kemudian, dia berhenti kerja. Saat itu, dia berusia 37 tahun dan punya tiga anak.

"Untuk saya tak ada istilah tua untuk memulai bisnis. Itu pilihan saya. Keyakinan saya. Sebab, saya yakin kalau kita kerja keras dan ikhlas, kita bisa berhasil," kata Darul.

Sebelum merantau ke Ibu Kota, Darul sudah beberapa kali mencoba membangun bisnis di kampungnya, tapi usahanya bangkrut. Penyebabnya adalah tidak fokus 100 persen mengurus bisnis.

Awal tiba di Jakarta, Darul menumpang  di rumah orangtua Sanusi yang keturunan Tionghoa. Dia sempat nganggur satu bulan, sambil mencari peluang usaha. Dengan modal Rp 10 juta dari Sanusi, mereka mulai berdagang gula aren  batok linggau. "Tiap hari kerjaan saya keliling Jakarta, mencari warung pempek menawari gula aren. Usaha itu sampai sekarang masih berjalan," ujarnya.

Semuanya dilakukan dengan ikhlas, tanpa berpikir gengsi sebagai mantan Dirut BPR. Sebab, dia yakin proses itu harus dilaluinya untuk mencapai sukses.  

Dari pemasok gula aren itu pula, Darul berkenalan dengan pengusaha jahe merah. Awalnya, Darul hanya memesan 25 kg jahe merah. "Tapi, niat dagang jahe itu tidak terlaksanakan karena jahe merah yang dikirim berkualitas rendah. Saya merasa dicurangin teman (pemasokRed) saya," ujar Darul.

Dari pengalaman itu ternyata memunculkan bisnis baru. Semua tanpa direncanakan. Ceritanya, jahe merah itu mau dibuang karena disimpan terlalu lama. Namun, oleh seorang juru masak di restorannya, jahe merah itu masih diolah  menjadi minuman kesehatan.

Ternyata, hasil olahannya bagus dan enak rasanya. Dari situlah muncul gagasan untuk memasarkan jahe merah kemasan lewat milis. Tidak diduga, tanggapannya positif. Bahkan, ada seseorang yang pesan jahe merah instan itu sebanyak 20 kg.

"Itulah  awal dari bisnis jahe merah ini. Modalnya hanya ratusan ribu rupiah dengan menggunakan peralatan seadanya. Syukur, sekarang dengan kerja keras, kreativitas dan keikhlasan bisa berkembang besar seperti saat ini. Makanya, saya bersyukur sudah dicurangin pemasok jahe itu. Mungkin kalau dia kirim jahe merah yang bagus, ceritanya akan lain. Barangkali, saya  tidak akan punya bisnis minuman jahe merah instan seperti sekarang," ujar Darul. (Herry Sinamarata)

BIODATA
Nama lengkap: Darul Mahbar
Tempat/tgl lahir: Musi Rawas, 23 Desember 1970
Nama istri: Endang Susilowati
Nama anak:
1. Miftah Ussakdiah
2. Naufal Adzmi
3. Rifdah
Pendidikan: S1 jurusan manajemen Universitas Muhammadiyah Malang, lulus 1994
Bidang usaha: Minuman kesehatan herbal seperti jahe merah instan, kunyit, dan temulawak instan
Merek: Cangkir Mas
Alamat: Ruko Taman Semanan Indah Blok A 1 No 1 Kalideres, Jakarta Barat, telp (021) 33086966 dan 0813 8231 1989

 

Share on Facebook
A A A
yukhanif
Rabu, 25 Mei 2011 | 11:28 WIB
inspirasi yg besar.ternyata sesuatu yg sering kita anggap sepele dan tdk di butuhkan orang ternyata bisa jadi peluang yg sangat menjanjikan bagi orang2 yg cerdik dan berkemauan keras seperti kakak.terima kasih karena kisah kakak benar2 saya jadikan guru besar.
iban
Minggu, 6 Juni 2010 | 16:16 WIB
salm sukses tuk pak San smoga menjadikan inspirasi bagi saya. Ada pribahasa seseorang tak akan bisa brubah hidupnya apa bila dirinya tidak mau merubahnya dan rizki tidak datang dng sendirinya.Smoga kami dapat mengambil hikmah amiiin.salm sukses
MUHAMMAD RUM PALSHA (51 THN)
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Ass.w.wb, semoga redha Allah senantiasa menyertai usaha Bapak berkembang sampai ketingkat export, let's to construct Moslems economic, jgn lupa memulai membangun tanaman perkebunan sbg sokoguru ekonomi keluarga ke masa depan,amin, jzkmullah.
dwi
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
sungguh luar biasa pak darul...bijak dlm mengmbil keputusn tuk melangkh lebih maju... kisah pak darul membuat inspirasi bagi sy tuk mencoba dn mencoba suatu bisnis krna slama ini sy takut tuk memulai..tkut akn kegagalan...sukses slalu pak..
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved