Minggu, 5 Februari 2012
Bursa EUROPE :FTSE 100* 5796.07 naik 5.35 atau 0.09% |DAX 6655.63 naik 38.99 atau 0.59%              Bursa U.S :DJIA 12705.41 turun -11.05 atau -0.09% |Nasdaq 2859.68 naik 11.41 atau 0.40%               Transjakarta mogok di depan RS Dharmais akibatnya arus lalin S Parman arah Slipi tersendat. (TMC)              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Kuliner  |  Resto
Sabtu, 6 Maret 2010 | 12:36 WIB
Minum Kopi Tahlil Bikin Sehat
beritajakarta.com/Didit

Cikini, Warta Kota

Daerah Cikini sejak dulu dikenal sebagai salah satu tempat di Jakarta yang paling enak untuk nongkrong, sekadar menikmati indahnya malam. Maklum, keberadaan Taman Ismail Marzuki (TIM) menjadi daya tarik sendiri.

Tak hanya bagi kalangan seniman atau budayawan, tapi juga aktivis, wartawan, pelajar, dan pekerja kantoran betah berlama-lama nongkrong di tempat tersebut.

Suasana nongkrong di sana semakin lengkap dengan keberadaan Warung Kopi Tahlil yang membuat rutinitas menikmati malam di Cikini semakin hangat dengan ditemani secangkir kopi panas.

Warung Kopi Tahlil yang berada di Jalan Cikini Raya No 69 B, Menteng, Jakarta Pusat, ini memang kerap dijadikan rujukan orang dari mana-mana untuk bersantai. Secara fisik tidak ada yang istimewa dari keberadaan Warung Kopi Tahlil tersebut.

Terlebih, warung itu hanya menggunakan gerobak dorong saja dan hanya dilengkapi tiga bangku kayu panjang dan satu bangku ukuran kecil berikut meja berwarna hijau.

Untuk menyemarakkan suasana, Muhammad (60) pemilik warung, biasa menyetel DVD pada televisi ukuran kecil dengan lagu-lagu dangdut khas pantura sehingga membuat suasana di warung kopi yang menempati emperan depan toko roti itu semakin hidup.

Di balik kesederhanaan itu, Warung Kopi Tahlil ini menawarkan beragam keistimewaan pada rasa kopinya. Sesuai namanya, Warung Kopi Tahlil milik Ahmad ini menawarkan kehangatan Kopi Tahlil sebagai menu utamanya. Istimewanya, Kopi Tahlil dapat menjaga stamina orang yang meminumnya agar lebih segar dan kuat.

Kopi Tahlil milik Ahmad memang terkenal memiliki kelebihan rasa yang lebih nikmat dibanding dengan kopi jenis lainnya. Rasa pedas, pahit, dan manis menjadi satu.

Saat meneguk Kopi Tahlil secara perlahan, kehangatan begitu terasa mulai dari tenggorokan hingga ke dada. "Hangat dan nikmat. Esok pagi akan terasa khasiatnya," kata Ahmad berpromosi.

Ayah dua orang putra ini mengaku kopi bikinannya diramu menggunakan berbagai bahan-bahan yang berkhasiat untuk menjaga stamina serta manjur dalam menjaga kehangatan tubuh.

"Kopi hitam diracik dengan beberapa bahan lain seperti cengkeh, kapulaga, jahe, kayu manis, pandan, dan gula merah," terangnya, seperti dilansir beritajakarta.com.

Ahmad mengaku, ada cara khusus dalam meracik kopi bikinannya. Sebelum bahan berupa kopi, jahe, kayu manis, pandan dan gula merah direbus, terlebih dulu cengkeh dan kapulaga disangrai dengan cara digoreng tanpa menggunakan minyak. Kemudian ramuan itu direbus dan dijadikan satu dalam panci hingga mendidih.

Untuk memberikan kenyamanan pada pelanggan, Ahmad menyajikan kopi miliknya secara terpisah dengan gula pasir. Kopi Tahlil yang telah diseduh tak diberi gula pasir terlebih dahulu, agar pemesan dapat menakar sendiri seberapa pas rasa manis yang dibutuhkan.

"Selera manis pada orang berbeda-beda, jadi tergantung selera mereka memberikan gula pasir," katanya

Kopi racikannya dibanderol seharga Rp 5.000 per gelas. Namun, ada Kopi Tahlil istimewa yang harganya Rp 10.000, yakni ramuan Kopi Tahlil yang dicampur dengan telur dan madu. Menurut Ahmad, khasiat Kopi Tahlil spesial ini, jauh lebih baik dibanding Kopi Tahlil yang disajikan tanpa campuran telur dan madu.

Pria kelahiran Tegal ini mengaku telah memproduksi Kopi Tahlil sejak usahanya dijalankan 3 tahun lalu. Selama itu, menurutnya, telah banyak orang yang ingin mengetahui bahan racikan Kopi Tahlil. Namun karena alasan rahasia perusahaan, Ahmad pun enggan memberi tahu menu buatannya tersebut. “Bukannya pelit, tapi ini rahasia perusahaan," kelakarnya.

Dalam sehari, Ahmad mengaku bisa menjual satu panci penuh Kopi Tahlil. Bahkan tak jarang, Kopi Tahlil habis sebelum waktunya. Dari sinilah Ahmad mengaku jika omzetnya mencapai Rp 800.000 per malam, dengan jam buka mulai pukul 19.00 hingga pukul 05.00.

Selain Kopi Tahlil, Warung Kopi milik Ahmad juga menyediakan beberapa menu lain seperti, kopi biasa dengan harga Rp 5.000, susu jahe Rp 5.000, pisang bakar Rp 9.000, roti bakar Rp 9.000, mie instan dengan telor dan kornet Rp 15.000, mie instan biasa Rp 5.000, bubur kacang hijau Rp 4.000, dan lumpia asli semarang Rp 5.000.

Ketenaran usaha kopi Ahmad kian berkibar tak luput dari menu utama buatannya sendiri. Di balik rasanya yang istimewa, ternyata Kopi Tahlil milik Ahmad juga memiliki cerita lain terutama asal-muasal pemberian nama kopi bikinannya dengan nama Kopi Tahlil. "Awalnya kopi ini dihidangkan saat tahlilan," ungkap pria tinggi besar itu.

Ahmad menuturkan, Kopi Tahlil awalnya merupakan resep pemberian dari anak mantan majikannya saat dirinya bekerja sebagai sopir. "Kebetulan dulu bos saya seorang haji. Di rumahnya sering diadakan tahlilan. Setiap acara, kopi ini selalu dihidangkan. Dari sinilah saya belajar dari anak majikan itu," kenangnya.

Dari sekadar mencoba-coba, Ahmad pun akhirnya bisa membuat kopi istimewa itu dan menjadikannya sebagai usaha penopang ekonomi keluarganya.

Bahkan, saat pertama kali Ahmad menjalankan usahanya ini, Kopi Tahlil langsung menjadi menu primadona yang banyak dipesan pembeli. Sehingga dia membuat inovasi baru dengan mencampur Kopi Tahlil dengan menggunakan telur dan madu.

Ahmad menjamin, jika sudah merasakan nikmatnya kopi buatannya pasti pembeli akan ketagihan untuk datang lagi. Tak heran warungnya pun selalu ramai didatangi pembeli setiap malam. Tertarik mencoba? (luc)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved