Minggu, 5 Februari 2012
Bursa EUROPE :FTSE 100* 5796.07 naik 5.35 atau 0.09% |DAX 6655.63 naik 38.99 atau 0.59%              Bursa U.S :DJIA 12705.41 turun -11.05 atau -0.09% |Nasdaq 2859.68 naik 11.41 atau 0.40%               Transjakarta mogok di depan RS Dharmais akibatnya arus lalin S Parman arah Slipi tersendat. (TMC)              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Seks & Seksi  |  Kesehatan
Selasa, 2 Maret 2010 | 10:53 WIB
Anak Gemuk Lebih Berisiko Sakit Jantung
indofamily.net

Los Angeles, Senin

ANAK-ANAK yang menderita kegemukan lebih mungkin untuk terserang sakit jantung pada masa depan.

Hasil satu studi baru menyebutkan, para peneliti di University of North Carolina School of Medicine, AS mendapati tanda peringatan bagi sakit jantung pada masa depan pada anak yang berusia tiga tahun.

Anak yang kegemukan memiliki tingkat protein C-raktif yang lebih tinggi --tanda mengenai radang dan risiko sakit jantung, kata studi itu yang diterbitkan di edisi Internet jurnal Pediatrics, Senin (1/3).

Anak yang kegemukan pada usia enam dan sembilan tahun juga memiliki tingkat lebih tinggi dua tanda lain radang.

"Kami menyaksikan hubungan antara status berat badan dan penanda radang yang lebih besar, jauh lebih dini daripada perkiraan kami sebelumnya," kata penulis studi tersebut Asheley Cockrell Skinner, pembantu profesor bidang ilmu kesehatan anak di universitas itu.

"Kebanyakan orang dewasa memahami bahwa kelebihan berat atau kegemumukan tidak baik buat mereka. Tetapi tak sebanyak itu orang yang menyadari bahwa mungkin tidak sehat buat anak kecil untuk memiliki tubuh yang terlalu gemuk," katanya Skinner.

Para peneliti tersebut sampai pada kesimpulan mereka setelah menganalisis data yang dikumpulkan antara 1999 dan 2006 pada satu jajak pendapat nasional. Lebih dari 16.000 anak yang berusia satu sampai 17 tahun ikut dalam studi itu.

Hampir 15 persen anak dikategorikan sebagai kelebihan berat badan, 11 persen kegemukan dan 3,5 persen dipandang sangat gemuk.

"Masih banyak pekerjaan perlu dilakukan sebelum kami menyimpulkan dampak penuh dari semua temuan ini," kata penulis lain studi tersebut, Dr. Eliana Perrin.

"Tetapi studi ini memberi tahu kami bahwa anak yang kegemukan dalam usia sangat muda sudah menghadapi lebih banyak radang dibandingkan dengan anak yang tidak kegemukan, dan itu sangat memprihatinkan. Itu mungkin membantu memotivasi kami sebagai dokter dan orang-tua untuk memperhatikan masalah kegemukan pada anak yang berusia muda ini dengan lebih sungguh-sungguh," kata Perrin. (Ant/apr)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved