Kamis, 29 Juli 2010
Sudin Pariwisata Jakpus menggelar Festival Jajanan Khas Betawi dan Festival Jalan Jaksa pada 30 Juli-1 Agustus 2010 di Jalan Jaksa, Menteng              Pemprov DKI segera membatasi sepeda meotor melintas di kawasan-kawasan tertentu di Jakarta              Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis bebas kepada dua janda pahlawan              
Home  |  Sudut Kota  |  My Kampoeng
Rabu, 24 Februari 2010 | 21:28 WIB
"Sahabat Menteng" Pererat Silaturahmi
Warta Kota/Ahmad Sabran

MENDENGAR nama kawasan Menteng yang terbayang pastilah kawasan elit dengan penghuni kelas atas. Sejak dulu kala, umumnya warga di Kecamatan Menteng terdiri dari kalangan pejabat negara, politikus, dan pengusaha besar. Namun, seiring perkembangan waktu, kawasan Menteng banyak beralih menjadi perkantoran dan kegiatan bisnis. Sebagian warga di sana pun pindah rumah ke tempat lain yang relatif lebih nyaman.

Meski demikian, warga yang tetap cinta dan selalu rindu akan kawasan Menteng masih terus bisa menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan komunitas Sahabat Menteng yang aktif sejak April 2009.

"Dulu tahun 1960-an sampai 1980-an kita sangat akrab antartetangga, dulu ada eks Remaja Menteng, tapi sekarang banyak yang sudah pindah, dan jadi jarang bertemu," ujar Ketua Umum Sahabat Menteng Jusri Fathma Hakim kepada Warta Kota saat ditemui di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/2).

Untuk menjalin kembali komunikasi dan silaturahmi tersebut, Sahabat Menteng kerap menggelar berbagai kegiatan. Seperti yang dilakukan pada Sabtu (20/2) lalu, yakni perayaan Imlek bertajuk Harmony in Diversity. Dalam acara ini diadakan berbagai kegiatan pertunjukan kesenian seperti tarian palang pintu, keroncong, reog ponorogo, tari kipas taichi, barongsai, hingga DJ performance.

Selain itu juga diadakan bazar berbagai pakaian dan makanan, rebana, kungfu, dan tarian teratai. Penampilan band Suropati Chambers juga menghibur pengunjung Taman Menteng. Dikatakan Jusri, acara ini diadakan untuk lebih mengakrabkan kembali para warga terutama komunitas Menteng.

Untuk menjadi anggota Sahabat Menteng tidak mesti tinggal di kawasan ini. "Semua orang yang cinta dan punya kepedulian terhadap Menteng, apakah dia tua, muda, dan tidak tinggal di Menteng juga bisa bergabung," tutur warga Menteng sejak 1950-an hingga sekarang ini.

Berbagai kegiatan terutama mengembangkan pariwisata di kawasan Menteng rajin digelar oleh Sahabat Menteng. Selain itu, kegiatan sosial seperti pemberian bantuan ke korban Situ Gintung juga pernah dilakoni Sahabat Menteng

Pada acara Harmony in Diversity ini, paguyuban yang bersekretariat di Jalan Tasikmalaya No 9, Menteng, ini ingin menunjukkan keberagaman budaya dan seni yang bisa saling melengkapi, antara lain ibu-ibu berjilbab yang menampilkan taichi.

Pada Desember 2009, Sahabat Menteng juga menggelar acara Semarak Menteng yang juga menghadirkan berbagai kegiatan perdagangan maupun aktivitas lainnya seperti aneka seni dan budaya, mulai dari tarian tradisional, modern, hingga panggung musik.

Kawasan Menteng yang juga ikon tersendiri di Jakarta ini memiliki berbagai sejarah penting. Keberadaan Sahabat Menteng juga sebagai wujud terima kasih kepada warga generasi sebelumnya yang banyak berjasa terhadap Indonesia. Bagi mereka, kawasan Menteng yang juga memiliki bangunan bersejarah perlu tetap dilestarikan.

Selain para orang tua, kaum muda Menteng juga banyak ikut serta dalam kegiatan Sahabat Menteng. Menurut Susan, salah satu anggota, Sahabat Menteng bukanlah organisasi, namun hanya perkumpulan, "Jadi ada yang muda, ada yang tua, kita kumpul saja bareng-bareng," ujarnya.

Warga Menteng yang mengikuti acara Semarak Menteng yang digelar Sahabat Menteng pada Desember 2009 adalah mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla. (Ahmad Sabran)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved