
London, Kamis
Biasanya anak laki-laki usia 3 tahun sangat tertarik melihat mobil dan truk. Namun William Potter dari Packmoor, Inggris sudah bisa membaca dan mengingat nomor polisi kendaraan-kendaraan yang dilihatnya. Tak mengherankan, IQ bocah ini 140 sama dengan IQ-nya Bill Clinton.
Dia juga bisa menyebutkan nama kotak besar dan kecil di seantero Inggris. William juga mulai mengerti bahasa Spanyol dan China dai hanya menonton tayangan anak-anak di televisi. Sewaktu berada di dalam mobil bersama orangtuanya, dia akan memegang peta dan memberitahu sang pengemudi di mana saja dia harus membelok.
Karena itu, tak mengherankan juga kalau putra David Potter (54) dan Lynn Goldstraw (45) ini menjadi anggota Mensa, sebuah organisasi yang berisi orang-orang ber-IQ tinggi. Organisasi ini hanya menerima orang-orang dengan nilai terendah 98 dari tes yang mereka lakukan.
"William itu punya daya ingat yang sangat bagus. Begitu dia melihat sesuatu, dia tak akan melupakannya," kata sang ibu.
Namun jangan berpikir bahwa William ini sangat berbeda perilakunya dari anak-anak seusianya. Kata Lynn, putranya itu senang bermain luncuran (perosotan) dan berlari-lari di taman. "Tapi ada waktu-waktu dia datang kepada saya dan mengatakan, 'Saya sudah cukup bermain dan saya ingin belajar sekarang,'" kata Lynn.
Melihat perkembangan otak anaknya yang luar biasa, Lynn lalu memeriksakan sang putra ke psikolog. Hasil pemeiksaan menunjukkan William ber-IQ 140. Hanya 0,4 persen balita yang mempunyai IQ setinggi itu.
"William memiliki kemampuan intelektual yang sangat baik. Nilai tertingginya di bidang pengetahuan umum, fakta, dan perbendaharaan kata. Kemampuan membacanya seperti anak usia 7 tahun," kata Dr Peter Cogdon, psikolog yang memeriksanya.
Kemampuan William itu diperhatikan ibunya cukup lama. Lynn mempunyai usaha penjuaalan mainan anak-anak. Saat dia membukusi paket-paket mainaan yang akan dikirim ke pemesan, William selalu mempehatikannya. Bocah itu lalu mulai membaca label alamat di paket dan beranya ke ibunya di mana tempat itu.
"Karena dia selalu bertanya maka saya belikan dia sebuah bola dunia, dan kami melihat di mana tempat itu berada. Dari situ dia belajar tentang negara dan kota," ujar Lynn.
Lynn memutuskan memeiksakan memeriksakan kemampuan intelekualitas William, sebagai upaya memastikan pengurus taman bermain tempat anaknya belajar bahwa William jangan dikekang untuk soal pengetahuan. Mereka kini membekalinya dengan buku-buku untuk dibawa pulang.
"Ketakutan terbesar saya saat ini adalah ketika dia masuk sekolah nani. Dia sudah mengetahui pelajaran yang diajarkan dan menjadi bosan, selanjutnya karena bosan dia akan iseng dan dicap nakal," ujar Lynn.
Sementara William sendiri mengatakan bahwa dia suka bermain puzzle dan megerjakan kegiatan-kegiatan yang diberkan waktu dia dites. "Saya belum tahu saya mau jadi apa kalu besar," imbuhnya.
Orang termuda yang pernah diterima Mensa adalah Elise Tan Roberts, saat dia berusia 2 tahun 4 bulan 14 hari pada tahun 2009. (Daily Mail/ink)