Minggu, 5 Februari 2012
Bursa EUROPE :FTSE 100* 5796.07 naik 5.35 atau 0.09% |DAX 6655.63 naik 38.99 atau 0.59%              Bursa U.S :DJIA 12705.41 turun -11.05 atau -0.09% |Nasdaq 2859.68 naik 11.41 atau 0.40%               Transjakarta mogok di depan RS Dharmais akibatnya arus lalin S Parman arah Slipi tersendat. (TMC)              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Selasa, 16 Februari 2010 | 12:43 WIB
Banyak Pria Keluhkan Ukuran Kondom
ilustrasi/Istimewa

Palmerah, Warta Kota

Seks rekreasi mestinya tidak hanya mengutamakan kenikmatan, tapi juga keselamatan. Karena itu penggunaan alat kontrasepsi menjadi pilihan.

Dalam hal ini, ukuran kondom yang tidak pas diklaim bukan cuma berpotensi menularkan penyakit menular seksual (PMS) tapi juga mengurangi kenikmatan seks.

Hal itu diungkapkan mayoritas pria pengguna kondom dalam survei yang dilakukan situs Kinsey Institute for Research in Sex, Gender and Reproduction.

Sebanyak 436 pria usia 18-67 tahun yang terlibat dalam survei ditanyakan apakah kondom yang selama ini mereka pakai saat bercinta dengan lawan jenis memiliki ukuran yang pas.

Sebanyak 45 persen mengatakan dalam tiga bulan terakhir ini mereka menggunakan kondom yang ukurannya kurang pas. Para pria tersebut mengatakan kondom yang dipakai itu seringkali bocor atau terlepas.

Para pemakai alat kontrasepsi berbentuk sarung itu juga mengeluhkan iritasi. Keluhan-keluhan seperti itu tidak ditemui pada pria yang mengatakan ukuran kondom yang dipakai pas dengan "alat tempurnya."

Ungkapan bahwa karet (baca: kondom) tak akan pernah bisa menandingi sensasi kulit tampaknya ada benarnya. Pasalnya, para pengguna kondom dengan ukuran tidak pas tersebut mengatakan tidak bisa memuaskan diri sendiri dan pasangannya. Bahkan, banyak pasangan mereka yang mengatakan sulit mencapai orgasme.

Karena tak mendapatkan kenikmatan, mayoritas responden mengatakan mereka melepas kondom sebelum hubungan seks berakhir. Padahal, tanpa alat kontrasepsi, "rekreasi di ranjang" ini akan terus diselimuti rasa takut dan was-was, antara takut hamil atau tertular PMS. Nah, pada bagian ini kita mesti berhati-hati. Stres yang berkelanjutan dapat mematikan potensi seksual seseorang.

Para peneliti dalam survei ini menulis dalam jurnal Sexually Transmitted Infections bahwa keluhan ini harus diperhatikan oleh para produsen kondom. Mungkin selain membuat kondom dengan sensasi rasa dan bentuk, perlu dibikinkan juga kondom dalam berbagai ukuran yang bisa disesuaikan dengan panjang pendeknya Mr.P seseorang. (Kompas.com)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved