
Pasarminggu, Warta Kota
Kementerian Pertanian memperkirakan harga beras di pasaran akan turun sekitar akhir Maret 2010. Saat ini harga beras masih dikisaran Rp 6.000-Rp 7.000 per kg .
Direktur Pemasaran Domestik Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian, Budi Garjita, pada Senin (15/2) mengatakan, hal itu seiring terjadinya panen raya padi di sentra-sentra produksi.
"Panen tertinggi nanti terjadi pada April, namun bulan Mei sudah mulai menurun," katanya.
Menurut dia, masih tingginya harga beras saat ini disebabkan dampak psikologis kebijakan kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) beras dan gabah pada tahun ini, sebesar 10 persen.
Selain itu, tambahnya, panen juga belum banyak terjadi sementara panen raya diperkirakan baru mulai sekitar pekan kedua Maret.
Dari data Ditjen P2HP Kementerian Pertanian, harga beras kualitas medium di 12 kabupaten sentra produksi per 15 Februari 2010 berkiras antara Rp 5.200-Rp 7.000 per kg. Ke 12 kabupaten tersebut yakni Tapanuli Selatan, Serdang Bedagai, Kabupaten Bandung, Subang, Karawang, Cilacap, Bantul, Sleman, Jember, Ngawi, Lombok Tengah dan Kabupaten Pinrang.
Sementara itu harga gabah di tingkat petani di 12 kabupaten tersebut berada pada kisaran Rp 2.800-Rp 3.500 per kg untuk varietas IR64, Ciherang dan Ciliwung. Sedangkan harga di tingkat penggilingan yakni berkisar antara Rp 3.000-Rp 6.300 per kg untuk varietas gabah yang sama.
Menyinggung efektifitas operasi pasar beras yang dilaksanakan Perum Bulog, Budi Garjita menyatakan mampu membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau.
Namun demikian, dia mengakui, warga kini menuntut beras dengan kualitas yang lebih baik sehingga ke depan Bulog perlu memikirkan agar OP tidak hanya melihat kuantitas namun juga kualitas beras yang disalurkan. (Antara/ink)