
Palmerah, Warta Kota
Para penumpang KRL dari Bogor dan Depok (Jawa Barat) nantinya bakal dimudahkan untuk bepergian ke Jakarta atau dari Jakarta. Pemerintah bersiap untuk menerapkan tiket yang mengintegrasikan antara bus TransJakarta (busway) dengan kereta komuter Jabodetabek.
Hanya dengan satu tiket elektronik yang disebut sebagai Jakcard tersebut penumpang bisa menggunakannya untuk menumpang kereta, busway bahkan untuk membeli makanan dan minuman di kawasan stasiun. Sebelumnya Jakcard hanya dipakai untuk penumpang busway melalui koridor tertentu.
Penggunaan Jakcard secara terpadu ini diujicobakan pada Selasa (2/2) lalu oleh Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono. Dengan satu tiket tersebut, Wamenhub menaiki KRL Pakuan dan Busway di seputaran Jakarta. "Hasilnya cukup baik," kata Bambang.
Bambang mengatakan, penerapan secara penuh tiket elektronik terintegrasi ini ditargetkan dapat terealisasi pada semester kedua tahun 2010.
"Kwartal pertama 2010 ini kita gunakan untuk sosialisasi sekaligus pembenahan alat. Uji coba bertahap terus akan dilakukan. Nanti, pada triwulan kedua, kita akan coba operasikan sistem secara penuh (di seluruh stasiun). Setidaknya semester dua bisa berjalan maksimal," ujar Bambang.
Jakcard sendiri merupakan tiket elektronik prabayar yang dikeluarkan pengelola bus Transjakarta dan Bank DKI bagi para pelanggannya untuk kebutuhan transaksi pembelian tiket non tunai.
Masyarakat bisa memperoleh Jakcard edisi berbeda itu di shelter-shelter busway yang ditunjuk, antara lain di shelter Busway Gambir dan Juanda. Harga per lembar tiket perdana dijual Rp 25.000.
Dengan harga tersebut, konsumen mendapatkan nilai nominal akun awal sebesar Rp 20.000 yang dapat dipergunakan untuk membeli tiket busway dan membayar ongkos kereta api.
Nilai nominal akun itu secara otomatis akan dipotong setiap kali dipergunakan, dengan besaran potongan disesuaikan dengan jumlah transaksi yang dikeluarkan.
Jika akun nominal itu habis, pemilik kartu elektronik itu bisa melakukan pengisian ulang (top up) dengan nilai nominal minimal Rp 20.000 dan maksimal Rp 1 juta.
Untuk saat ini, pengisian ulang juga masih terbatas di shelter-shelter busway yang ditunjuk khusus. Selain melayani pengisian ulang, shelter-shelter itu juga akan melayani penukaran sisa nominal uang yang terdapat (refund) jika penumpang menginginkan. (PersdaNetwork)