
Bogor, Warta Kota
Hujan yang terus mengguyur wilayah Bogor selama dua pekan ini langsung berdampak terhadap harga sejumlah bahan kebutuhan pokok. Di beberapa pasar tradisional di Kota Bogor, harga beras terus mengalami kenaikan.
Naiknya harga ini disebabkan pasokan beras dari sejumlah daerah mengalami keterlambatan karena hujan yang terus menguyur. Kondisi ini dikeluhkan sejumlah pedagang beras. Selain beras, bahan pokok yang mengalami kenaikan harga adalah gula dan minyak goreng curah.
Oji (37), pedagang beras di Pasar Jambudua, mengatakan, kenaikan harga beras berkisar 30-50 persen. Harga beras Bulog yang pekan lalu Rp 3.800 per kilogram, kini Rp 4.500 per kilogram atau mengalami kenaikan Rp 700. Kenaikan harga terbesar dialami beras jenis cianjur, yakni dari Rp 4.700 menjadi Rp 5.600 per kilogram atau naik Rp 900. Sementara itu, harga beras pandan wangi naik sebesar Rp 500 per kilogram dari sebelumnya Rp 5.500.
“Harga terus merangkak naik, sampai-sampai saya bingung ngejualnya. Sekarang orang beli berasnya dikurangi. Misalnya dari yang biasanya 10 liter jadi cuma 5 liter,” ujar Oji.
Keluhan serupa disampaikan Eko, pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Kebonjahe, Bogor Tengah.
Menurut dia, karena naiknya harga gula, keuntungan yang diperolehnya pun berkurang. Jika biasanya Rp 500, kini laba yang diperolehnya dari penjualan setiap kilogram gula hanya Rp 200. Harga gula saat ini Rp 11.000 per kilogram, naik Rp 1.000 per kilogram dari pekan lalu.
Agus Mulyana, pedagang bahan pokok di Pasar Jambudua, menambahkan, selain harga gula pasir, harga minyak goreng curah juga mengalami kenaikan, yakni Rp 1.500 untuk setiap kilogramnya.
“Dari sebelumnya Rp 8.000, sekarang dijual Rp 9.500 setiap kilonya,” katanya.
Coco, pemilik Toko Jaya—agen beras terbesar di Pasar Anyar—mengatakan bahwa kenaikan harga beras terjadi sejak seminggu lalu.
”Soal penyebab naiknya harga ini saya belum tahu pasti. Kemungkinan sih karena musim hujan, sehingga biaya untuk pengeringan gabah membengkak. Begitu pula biaya untuk pengangkutan bisa lebih besar dari biasanya,” katanya.
Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindag) Kota Bogor, Suminto, mengatakan, kenaikan harga beras di pasaran memang sudah terjadi, dan hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2009.
“Kenaikan harga beras memang sesuai dengan Inpres yang baru kami terima. Penaikan harga ini tujuannya untuk meningkatkan pendapatan petani,” katanya. (Soewidia Henaldi)