
Yogyakarta, Warta Kota
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki potensi sebagai daerah tujuan wisata kuliner karena terdapat beraneka ragam jenis makanan dan minuman yang bisa menjadi daya tarik pariwisata.
"Potensi keanekaragaman jenis makanan dan minuman yang dapat ditemukan di daerah ini tidak saja berupa makanan khas Yogyakarta, tetapi juga makanan khas daerah lain. Sehingga, wisatawan memiliki banyak pilihan untuk menikmati sajian makanan selama berada di daerah ini," kata Ketua Forum Silaturahmi Insan Pariwisata (Fosipa) Indonesia Sarbini di Yogyakarta, Jumat (25/12).
Ia menyebutkan potensi kuliner tersebut di antaranya makanan tradisional ala kraton tempo dulu, yang sampai sekarang masih bertahan dan menjadi menu pilihan bagi sebagian warga di daerah ini.
"Berbagai jenis makanan itu bisa dikemas sedemikian rupa, agar Yogyakarta juga lebih dikenal sebagai tempat wisata kuliner," katanya.
Menurut dia, posisi DIY sebagai daerah tujuan wisata utama di tanah air memang membuat banyak wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) tertarik untuk menikmati keanekaragaman jenis makanan dan minuman yang ada di daerah ini.
"Apalagi Yogyakarta memiliki sebutan sebagai kota budaya, pendidikan, dan perjuangan, sehingga menjadikan daerah ini lebih dikenal masyarakat di seluruh wilayah Indonesia," katanya.
Oleh karena itu, menurut Sarbini, Yogyakarta perlu dipopulerkan sebagai tujuan wisata kuliner.
Ia mengatakan banyak orang berpendapat belum sampai ke Yogyakarta kalau belum menikmati makanan khas gudeg dan tidak membawa oleh-oleh bakpia. "Kedua jenis makanan khas Yogyakarta ini memang banyak dicari wisatawan," katanya.
Selain gudeg dan bakpia, kata dia di kota perjuangan ini wisatawan dapat menikmati menu yang beranekaragam, misalnya khusus pada pagi hari bubur ayam, nasi soto dan ikan air tawar.
Kemudian menu malam hari bisa dijumpai masakan bakmi Jawa, nasi goreng, ayam goreng dan makanan lainnya.
Menurut dia, disamping menu makanan khas Yogyakarta, jenis makanan daerah lain juga bisa dengan mudah dijumpai di daerah ini seperti lontong opor/sayur, bubur ayam, nasi padang, coto makassar, sate madura, soto lamongan, soto banjar, dan masih banyak lagi jenis makanan lainnya.
"Banyaknya makanan khas dari daerah lain ini karena sebagian penduduk Yogyakarta berasal dari seluruh provinsi di Indonesia," katanya.
Mereka biasanya menuntut ilmu di berbagai sekolah maupun perguruan tinggi di Yogyakarta, sehingga kota ini tidak hanya majemuk masyarakatnya, tetapi juga jenis makananannya.
"Jadi, wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta dipastikan mudah menjumpai anekaragam jenis makanan tersebut," katanya.
Ia mengatakan dalam upaya mempromosikan Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata kuliner yang potensial, maka perlu memberi informasi kepada wisatawan di antaranya dengan menerbitkan leaflet wisata kuliner yang isinya menampilkan berbagai jenis masakan dan makan tradisional serta 'oleh-oleh' khas daerah ini. (Ant/apr)