
Hallo! Namaku Annisa Kameila tapi teman temanku memanggil aku Icha. Aku anggota Bike to School (BtS) karena aku sering bersepeda ke sekolahku, SMP Budi Luhur, Ciledug.
Ternyata dengan menjadi anggota BtS aku mendapat banyak teman baru dan pengalaman baru. Misalnya seperti hari ini (Minggu 22 November 209) aku jalan-jalan ke JPG di Serpong bersama Kak Dimas, Kak Ihsan, dan Kak Damar. Mereka itu teman-temanku di BtS. Kak Ihsan dan Kak Damar sudah SMA, sementara Kak Dimas satu sekolah denganku.
Sekarang aku mau cerita nih pengalamanku ke JPG. Tadi pagi aku bangun pukul 04.00 buat siap - siap mau berangkat ke JPG, soalnya kak Dimas akan menjemput pukul 05.00. Setelah salat Subuh aku masukkan minum, cemilan, dan jas hujan ke tas. Siapa tahu di sana tidak ada makanan, aku tidak akan kelaparan karena sudah membawa cemilan seperti chiki.
Pukul 05.00 Kak Dimas datang dengan sepedanya. Maka Aku pun berangkat menaiki Wim Cycle Pride 24 ku yang setia. Kami menuju Ramayana Ciledug untuk bertemu Kak Ihsan. Kata Kak Dimas dia janji bertemu Kak Ihsan di sana. Kami juga akan bertemu Om Anto di sana. Oh ya, Om Anto ini teman baru kami, yang kami kenal seminggu lalu waktu kami baru pulang dari acara pertemuan BtS di Senayan. Waktu itu Kak Damar mengajak Om Anto ke JPG, dan dia bersedia menemani kami.
Ternyata biar sudah janjian sebelumnya, kenyataannya tidak berjalan mulus. Kami sempat putar-putar saling mencari meski pun akhirnya bertemu juga dengan Kak Ihsan dan Om Anto. Baru sekitar pukul 06.30 kami berangkat dari Ciledug menuju JPG. Di jalan, tepatnya di Pertigaan Regency, kami berhenti lagi menunggu Kak Damar yang menunggu di depan RS Omni, Alam Sutera. Lho? Hehehe..Om Anto yang menjemput Kak Damar ke sana, kami menunggu di Regency.
Pertamanya, sih aku merasa capek menggowes selama itu, tapi lama-kelamaan jadi asyik juga. Tak terasa kami sudah tiba di JPG, pukul 08.00. Ternyata lama juga ya? Soalnya tadi pake cari-carian dulu sih. Om Anto langsung menyuruh kami sarapan di Warung Mpok. Aku makan arem-arem.
Di warung Mpok itu banyak sekali pesepeda lainnya. Oleh Om Anto kami dikenalin ke Kak Donny. Kak Donny ini hebat, karena dia bisa keliling JPG empat kali dalam sehari. Soalnya Kak Donny ini atlet.
Saat istirahat ini aku dan Kak Damar membagi-bagikan stiker BtS ke tiga anak sekolah yang sedang main ke JPG. Mereka adalah si kembar Doni dan Dino serta Chiko. Mereka bilang sih belum pernah dengar Bike to School. Ya, nggak apa-apa kan sekarang mereka tahu kalau ada Bike to School. Aku lalu menerangkan Bike to School itu ke mereka, apalagi mereka bilang jarak dari rumah ke skolahnya hanya 4 kilometer. Kak Ihsan juga menempel stiker BtS di JPG biar semakin banyak orang kenal BtS.
Setelah selesai sarapan mulai deh kami masuk ke arena JPG. Jengjreet !!! Ternyata arenanya ekstrem banget. Pertama-tama kami ketemu Tanjakan Pisang yang curam banget. Aku dan Kak Dimas nggak kuat menggowes sepeda, jadinya kami tuntun sepeda. Kak Damar dan Kak Ihsan hebat karena mereka kuat mengayuh sepeda sampai ke atas.
Lalu kami diajak Om Anto melewati daerah rawa-rawa. Jalannya sih nggak ekstem, tapi ceritanya yang nyeremin. Kata Om Anto setelah kami melewati daerah itu, daerah itu tempat membuang ular. Iihh serem…untung Om Anto ceritanya setelah kami lewat.
Lalu kami ketemu tanjakan Sumur. Aku semangat langsung No 1 yang sampai atas. Apalagi turunannya 90 derajat, huaa! Turunan yang seram lainya yang dekat kuburan. Turunan yang pertama sih biasa. Tapi yang kedua curam dan harus lewat jembatan karena kanan-kirinya sawah. Sebenarnya aku takut nanti nyemplung atau jatuh dan patah tulang, tapi aku berusaha berani dan ternyata aku bisa.
Habis itu aku langsung ke Turunan S yang ternyata enak banget dan katanya memang ekstrem. Bayangin aja, abis turunan harus langsung belok kiri patah. Kata Om Anto jangan melihat ke bawah tapi lihat ke arah pohon bambu sehingga kami tahu kapan harus mengerem. Aku coba saran Om Anto dan ternyata aku bisa. Cuma di sana aku harus cepat-cepat karena ada rombongan lain yang mau lewat, dan mereka jalannya cepat sekali. Setelah mereka lewat baru kami mengikuti dari belakang.
Ada juga yang namanya tanjakan dan turunan Roller Coaster. Itu benar-benar GILA!!! Karena banyak kejadian yang tak diinginkan, ya sudah lah kami nggak boleh main di situ. Takut berakibat fatal. Katanya dulu ada orang yang patah tulang punggungnya karena jauh di situ. Lalu waktu kami sedang istirahat lagi di Warung Mpok ada yang cerita ada bule yang jatuh di sana. Untungnya ada orang yang megangin sepedanya sehingga dia tak tertimpa sepedanya sendiri.
Kami beristirahat cukup lama di Warung Mpok karena suasananya enak. Banyak anginnya sehingga kami betah di sana. Pukul 10.30 baru kami pulang. Pengalaman ke JPG ini benar-benar tak terlupakan.
Salam hangat!
Annisa Kameila ( Bike To School - Ciledug )