Selasa, 7 Februari 2012
Bursa EUROPE :FTSE 100* 5892.20 turun -8.87 atau -0.15% |DAX 6764.83 turun -1.84 atau -0.03%              Bursa U.S :DJIA 12845.13 turun -17.10 atau -0.13% |Nasdaq 2901.99 turun -3.67 atau -0.13%              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Gosip
Selasa, 17 Maret 2009 | 22:31 WIB
Gugun And The Blues shelter
Melanglang di Inggris
Warta Kota/umar widodo

Bisa bermusik di Inggris dan diterima khalayak setempat adalah sebuah kebanggaan luar biasa, karena negerinya Ratu Elizabeth II itu terkenal sebagai kawah candradimuka yang menelurkan pemusik top dunia. Jimi Hendrix saja mengadu nasib dan bermusik di Inggris dulu untuk menjadi tenar dan menjadi legenda musik dunia.

Hal itu lah yang dilakoni Gugun and The Blues Shelter, band blues asal Indonesia. Mereka "nyantrik" di club, pub, dan kafe di Inggris utnuk mengasah keterampilan, dan tentu saja meniti jalan menuju ketenaran. Hasil itu terbayar, kini mereka menjadi band blues ternama Indonesia.

Sejak awal dibentuk tahun 2004 oleh Muhammad Gunawan (Gugun), John Armstrong (Jono), dan Iskandar, band semula bernama Gugun and The Bluesbug ini sudah bercita-cita bisa bermain musik di negeri union jack itu. Cita-cita itu akhirnya tercapai setelah menjalani proses bermusik selama empat tahun. Selama sebulan, dari Januari hingga Februari 2009 Gugun and The Blues Shelter menggelar tur di Inggris. Sedikitnya ada 20 club di Inggris yang mereka sambangi.

Dalam kurun waktu empat tahun band ini sudah beberapa kali bongkar-pasang  mengalami gonta-ganti personel, hingga saat ini namanya menjadi Gugun and The Blues Shelter. Formasi teranyar Gugun and The Blues Shelter adalah Gugun (gitar), John Armstrong (Bass), dan Adityo Wibowo alias Bowie (Drum).
 

Ditemui Warta Kota usai menggoyang penonton Bentara Music Performance di Bentara Budaya Jakarta (BBJ) pekan lalu, Gugun bercerita bahwa sebelum bisa menembus pasar mancanegara, dia dan kawan-kawannya kerap bermusik di sejumlah daerah di Indonesia, seperti Bali, Jakarta, dan Sumatera Barat.

Begitu terbentuknya band blues ini langsung menelurkan album berjudul Get the Bug di bawah indie label. Belum genap setahun bermusik, band blues ini ditinggal John Armstrong yang harus pulang ke Inggris.

"Saat itu band mengalami krisis personel karena John harus pulang. Tapi meskipun demikian saya tetap menghidupkan band ini," ujar Gugun. Saat itu dia dibantu Andi (Bass) dan Agung (Drum). Namun formasi tersebut tidak bertahan lama.

Ketika John kembali ke Indonesia, dia kembali bergabung dan band ini bernama Gugun and The Blues Shelter. Gugun pada gitar, John pada bass, sementara pada drum mereka diperkuat oleh Adityo Wibowo alias Bowie, drummer peraih juara pertama kompetisi sonor drum tahun 2002.
 

Dengan formasi terakhir itu Gugun and The Blues Shelter menelurkan album ke dua yang bertajuk Turn It On, yang direkam di Sinjitos Record, Jakarta. "Dalam album tersebut sembilan lagu ditulis dengan lirik bahasa Inggris dan tiga lagu berbahasa Indonesia. Hal itu kami lakukan karena orientasi kami memang ingin bermusik di Inggris," ujar Gugun yang mengaku sudah mengenal blues sejak kelas tiga SD. Saat manggung di BBJ mereka memainkan lagu andalan dari album kedua, seperti Turn it on.
 

Penggemar Jimi Hendrix, Stevie Ray Vaughan, dan BB King ini menyebtukan bahwa bandnya tengah menggarap album baru yang rencananya bakal dirilis pada pertengahan tahun ini.  "Bagi kawan-kawan yang penasaran dan ingin mencari tahu tentang album terbaru kami bisa mengaksesnya di www.bluesshelter.com," ujar Gugun.

Gugun mengakui dia terinspirasi permainan sejumlah musisi dunia, seperti Jimi Hendrix dan Lenny Kravitz. "Kami mencoba menawarkan musik blues yang berbeda, perpaduan antara blues dan funk," ujar Gugun yang saat ini berusia 33 tahun.

Sementara sang drummer, Bowie, mengatakan salah satu latar alasan mereka tertarik bermusik di Inggris lantaran sponsor di Indonesia kurang berminat dengan warna musik yang mereka usung. 

"Kalau di luar negeri mereka malah mencari musisi yang memainkan musik yang tidak populer tapi menarik," ujar Bowie.

Selain menggelar tur di Inggris tahun 2007 dan 2009, Gugun and The Blues Shelter juga pernah tampil di Kuala Lumpur dan di Blues Festival dalam rangka Singapore Art Festival 2008. (mur)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved