
Senayan, Warta Kota
Jakarta ternyata memiliki sejumlah kawasan hijau yang bisa untuk berolahraga dan rekreasi warga. Tapi, selama ini kawasan itu ’tenggelam’. Untuk mengenalkan potensi itu, sebuah komunitas meluncurkan Peta Hijau Jakarta di Museum Taman Prasasti, Jalan Tanahabang I, Jakarta Pusat, Minggu (15/3).
”Ada dua isu yang diperhatikan dalam Peta Hijau Jakarta, yaitu transportasi dan kehidupan berkelanjutan,” ucap Koordinator Peta Hijau Jakarta, Nirwono Joga, sebelum peluncuran Peta Hijau Jakarta di Hutan Kota, Kridaloka, Gelora Bung Karno, Senayan.
Peta Hijau dibuat bersama dengan komunitas yang peduli Jakarta hijau, yakni Bike to Work, Jakarta Green Monster, Greenlifestyle. Komunitas itu ingin agar masyarakat mendapat panduan dan informasi, edukasi, serta berinteraksi dengan sumber daya lingkungan dan kebudayaan.
Peta Jakarta Hijau itu menganjurkan masyarakat untuk menggunakan angkutan massal dalam kehidupan sehari-hari, seperti kereta api dan bus. Masyarakat yang naik bus Transjakarta dipandu untuk mengunjungi berbagai tempat budaya dan komunitas di masyarakat, serta ruang terbuka hijau.
Dicontohkan, Museum Taman Prasasti bisa dijangkau dengan bus Transjakarta di koridor 1 (Blok M-Kota). Penumpang bus turun di halte Monumen Nasional dan perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 1 km.
Sebelum peluncuran, masyarakat yang tergabung dalam komunitas menjelajah Jakarta hijau. Penjelajahan yang diikuti sekitar 80 orang itu dimulai dari Hutan Kota di Kridaloka, Gelora Bung Karno, Senayan, pukul 08.00. Pemandu dari Peta Jakarta Hijau membawa peserta masuk ke dalam hutan kota sambil menjelaskan berbagai jenis pohon dan burung yang ada di situ.
Salah seorang peserta, Farah (27), mengaku sangat menarik menjelajah hutan kota. Tapi, ia kesulitan mengenali burung yang hinggap di pohon berdahan tinggi. ”Susah banget sih lihat burung. Yang lain sudah bisa lihat, tinggal saya yang belum. Yang mana sih,” ucapnya sambil terus menengadahkan kepalanya.
Setelah berjalan-jalan di hutan kota, peserta diajak berjalan kaki ke halte Transjakarta di depan Mapolda Metro Jaya. Para penjelajah Jakarta ini turun di halte Monas dan perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki atau bersepeda ke Museum Taman Prasasti.
Menurut Nirwono, dari 100 lokasi yang tercantum di Peta Hijau Jakarta, hanya sebagian yang dikumpulkan dan disurvei. (tan)