
Anih dan Inah adalah dua saudara kandung dari total 11 bersaudara putra-putri si jagoan asinan Betawi Jembatan Merah. Entah kekecewaan sebesar apa yang pernah menimpa mereka sampai-sampai kapok menghadapi wartawan. Bahkan ketika beberapa panitia menawarkan mereka untuk ikut pada acara jajanan yang sudah sering digelar, acara pernikahan, atau mengisi di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), mereka menampiknya. "Capek kalau ikut kayak gitu.Enggak ada tenaganya. Kita kan pagi-pagi udah harus belanja," kata Anih.
Untung Anih akhirnya mau angkat bicara setelah sebelumnya mereka berdua tiba-tiba tutup mulut begitu tahu ada wartawan datang. "Abis dulu kita pernah ditipu. Ada dari majalah katanya mau dikasih bonus sama majalahnya. Sampai sekarang enggak pernah nongol. Sama koran itu juga pernah dateng dua orang. Katanya korannya mau dianter, tapi akhirnya kita beli sendiri. Jadi kita udah trauma sama wartawan," kata Inah yang sempat tiba-tiba mengeluh sakit gigi sehingga tak mau bicara.
Dua bersaudara ini tentu saja cuma warga lugu yang berusaha melanjutkan warisan orangtua. Mereka yang tak biasa dengan basa-basi orang Jakarta yang kadang kebablasan, akhirnya memilih makin menyembunyikan diri. "Pokoknya saya enggak tahu apa-apa. Kita cuma jualan aja di sini," tandas Anih. (pra)