
Gambir, Warta Kota
Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas menegaskan, dengan semua kekurangan yang ada bus Transjakarta tidak pantas menaikkan tarif. "Setelah enam tahun beroperasi, busway justru mengalami kemunduran," tuturnya, di Jakarta, Jumat (15/1)
Berdasarkan penelitian dan pengamatannya, ada banyak hal yang membuat bus Transjakarta berjalan mundur. Misalnya saja waktu kedatangan bus satu dengan lainnya (headway) semakin lama, jalur yang tidak steril karena dimasuki juga oleh kendaraan lain sehingga tak menjamin waktu tempuh, hingga halte kotor dan dipenuhi PKL, serta penggunaan tiket yang masih manual.
Akibat banyaknya kendaraan lain yang masuk ke jalur bus Transjakarta, waktu tempuh dari satu halte ke halte lain semakin tersendat. Headway menjadi lama. Program Officer Instran Izzul Waro mencatat, sampai saat ini headway Transjakarta sangat panjang, yakni di atas lima menit terutama untuk koridor III hingga VII, dan koridor VIII yang masih baru.
"Headway terlama mencapai 42 menit yang tercatat pada Maret 2009 di koridor VIII," kata Izzul seraya membandingkan, "Subway di Kyoso, Jepang, akan bermasalah jika headway-nya beda setengah menit saja. Headway seharusnya dalam hitungan detik." Izzul menganggap, busway sekarang tidak jauh berbeda dengan metromini!
Kepala BLU Transjakarta Daryati Asrining Rini menyatakan, pihaknya terus meningkatkan pelayanan, di antaranya dengan sterilisasi jalur dan pembangunan empat SPBG baru. (kin/moe)