Minggu, 5 Februari 2012
Home
SAFARI RASA
Gurihnya Soto Santan Bogor
oleh Bung Weka.
Ngopi Sambil Baca Buku
oleh Bung Weka.
Setengah Abad Si Kepiting Soka
oleh Bung Weka.
Sensasi Alam di Gubuk Makan Mang Engking
oleh Bung Weka.
Lapar? Yuk, ke Kedai Swadharma
oleh Bung Weka.
Keaslian Sego Abang Jirak
oleh Bung Weka.
Makanan Rumahan di Atas Telaga
oleh Bung Weka.
HUMOR : KULINER
CABE KERITING
TETANGGA Bedul, seorang pria bertubuh atletis dan berambut kribo, suka makan buah pepaya dan mangga. Setiap hari, dia pergi ke pa­sar untuk membeli salah satu dari dua jenis buah itu.
Saking seringnya beli buah, dia tak perlu berkata-kata. Misalnya saja, si kribo menginginkan mangga, dia cukup mengepalkan ta­ngannya. Dengan demikian, si pedagang mahfum si kribo minta mangga. Ka­lau dia menunjuk paha, si tukang buah tahu bahwa langganannya itu minta pepaya.
Kemarin, tetangga Bedul ini ingin mencicipi buah rambutan. Dia pun da­tang ke tukang buah langganannya dan langsung menunjuk rambutnya yang kribo. Dengan cemberut, si tukang buah menjawab, ”Lu tahu kan, gua jualan buah. Kalau mau beli cabai keriting..., tuh di tukang sa­yur.” (Bang Kota)
Rabu, 4 Januari 2012 | 17:51 WIB

Tanjungpinang, Wartakotalive.com

Bazar menyambut tahun baru Imlek 2563 mulai semarak dan meriahkan suasana malam di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Sejumlah bazar di Jalan Merdeka, Jalan Pos dan Jalan Pasar Baru mulai menjajakan pernak pernik Imlek yang menjadi tradisi setiap pergantian tahun bagi warga Tionghoa. "Bazar ini untuk membantu warga menyambut tahun baru Imlek 2563 yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhannya dalam menyambut tahun baru," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tanjungpinang, Bobby Jayanto, saat pembukaan bazar di Tanjungpinang, Selasa malam.

Bobby mengatakan, bazar Imlek yang diselenggarakan Kadin Tanjungpinang bekerja sama Yayasan Wahana Aspirasi Kepri akan berlansung hingga 22 Januari 2012, sehari sebelum peryaan Imlek. "Bazar ini dari rakyat untuk rakyat, selain menjual pernak pernik untuk Imlek, juga ditampilkan berbagai kesenian masyarakat Tionghoa setiap malam," ujarnya.

Menurut mantan Ketua DPRD Tanjungpinang periode 2004-2009 itu, pedagang yang ikut berjualan di bazar tidak dipungut biaya untuk menempati stan yang sudah disediakan. "Barang-barang yang dijual juga harga grosir untuk meringankan warga," katanya.

Selain itu, untuk menyambut Imlek yang jatuh pada 23 Januari 2012, menurut dia juga akan dibagikan sembako bagi warga Tionghoa yang kurang mampu. "Warga kurang mampu sudah didata dan segera kami bagikan sembako gratis menjelang Imlek," ujarnya.

Pedagang yang ikut bazar pada umumnya menjual pernak-pernik Imlek yang bergambarkan naga, karena menurut kalender China tahun 2563 merupakan Shio Naga. (kompas.com)

    • SELERA SELEB
    • Terngiang Nasi Jamblang Asli Cirebon
    • Artis seksi Andi Soraya (33) mengaku sangat menikmati sensasi makan nasi jamblang asli Cirebon. Gurih dan nikmatnya nasi jamblang di Cirebon selalu terngiang.

      Kenapa harus di Cirebon? Menurut ibunda Shawn Adrian (9) dan Darren Starling (5) ini, hanya nasi jamblang di Cirebon yang enak. Di ..

    • JAJAN MALAM
    • Nongkrong Sampai Pagi di Camp Steak
    • Setiabudi, Warta Kota

      Anak muda Jakarta yang gemar keluyuruan malam atau bahkan begadang hingga pagi, kini tidak perlu khawatir kelaparan lantaran sulit mencari warung makan yang buka hingga dini hari.

      Di bilangan Jalan Saharjo, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta ..

    Asli Betawi : 100% Indonesia
  • Uli Bakar
  • Camilam Khas Betawi
  • Uli Bakar adalah makanan khas Betawi, terbuat dari ketan, dibakar dan biasanya dimakan dengan tape ketan atau bisa juga dengan serundeng kelapa yang dicampur dengan sedikit gula pasir.

    Resep Uli Bakar
    Sumber: NN

    Bahan:
    100gr kelapa parut atau 300ml santan (1 kelapa)
    200 gram beras ketan, rendam minimal 1 jam
    170 - 200 ml air
    1 lembar daun pandan
    1 sdt garam (bisa lebih tergantung selera)

    Cara membuat :
    Kukus beras ketan selama 10 menit. Sementara itu panaskan santan, garam dan daun pandan. Masukkan beras ketan ke dalam santan. Aduk hingga santan mengering.

    Kukus kembali ketan hingga matang, tambahkan kelapa parut. Beri garam sesuai selera. Selagi ketan masih panas, campur dengan kelapa dan dihaluskan/ditumbuk.
    Setelah dingin, potong-potong lalu panggang uli hingga kecoklatan. Sajikan dengan sambal oncom atau serundeng kelapa.